Bimbingan Konseling

Posted on

Bimbingan Konseling – Menjalani hidup kita tidak akan pernah terlepas dari menghidupkan atau mengalihkan apa pun di rumah, di sekolah, bepergian, dan di mana pun kita berada. Sementara pemerintah juga berpartisipasi dalam konseling (nasehat) untuk sesama orang sosial.

Kali ini kabarkan.com akan meberikan pelajaran mengenai Bimbingan Konseling. Dimana pelajaran ini akan dikupas secara jelas, dengan berdasarkan Program, Tujuan, Manfaat, Pengertian, Fungsi, Prinsip dan Gambar.

Pengertian

Adapun untuk pengertian dari bimbingan konseling ini terdapat beberapa paham yang di ambil menurut para ahlinya di bawah ini. Sedangkan untuk pengertiannya dapat di pecah menjadi dua, yaitu.

Bimbingan Konseling

Pengertian Dari Bimbingan

Syamsu Yusuf

Menyatakan bahwa bimbingan adalah proses untuk memberikan bantuan (help process) kepada konsultan individu (konsultan) secara berkelanjutan untuk dapat memahami potensi dan lingkungan mereka, saling menerima, mengembangkan secara optimal dan beradaptasi secara positif dan konstruktif dengan persyaratan norma. kehidupan (agama dan budaya) untuk mendapatkan kehidupan yang bermakna (bahagia), baik pribadi dan sosial.

Rochman Natawidjaja

Menafsirkan orientasi sebagai proses bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkelanjutan, sehingga individu dapat memahami dirinya sendiri, sehingga ia mampu mengarahkan dirinya sendiri dan bertindak dengan tepat, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekolah, keluarga , komunitas dan kehidupan secara umum.

Dengan demikian ia dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kehidupan masyarakat pada umumnya. Panduan ini membantu orang mencapai perkembangan pribadi yang optimal sebagai makhluk sosial.

Pengertian Dari Konseling

Syamsu Yusuf

Mengatakan bahwa konseling ialah bentuk hubungan yang bermanfaat. Arti bantuan di sini adalah seperti upaya untuk membantu orang lain sehingga mereka dapat tumbuh ke arah pilihan mereka, mampu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan mampu menghadapi krisis yang dialami dalam hidup mereka. Tugas konsultan adalah menciptakan kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan klien.

Rochman N dan M. Surya

Menyatakan semua bentuk hubungan antara dua orang, di mana satu, yaitu, pelanggan dibantu untuk lebih mampu beradaptasi secara efektif dengan dirinya dan lingkungannya. Suasana dari hubungan konselin ini mencakup penggunaan interview untuk mencapai serta memberikan suatu informasi, mengajar atau melatih, meningkatkan kematangan, memberikan bantuan melalui pengambilan keputusan dan upaya penyembuhan (terapi).

Asosiasi Konselor Sekolah Amerika (ASCA)

Berpendapat bahwa konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh penerimaan dan menawarkan peluang dari konsultan kepada klien, konsultan menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu kliennya mengatasi masalah-masalahnya.

Program Bimbingan Konseling (BK)

Adapun untuk program dari BK ini memiliki lima macam yang tersusun di dalamnya, yaitu:

  • Program harian, yang merupakan program layanan orientasi dan konseling yang berlangsung pada hari-hari tertentu dalam seminggu. Program harian adalah deskripsi program mingguan dalam bentuk unit layanan (SATLAN) dan / atau unit aktivitas pendukung (SATKUNG)> Orientasi dan saran.
  • Program mingguan, yang merupakan program layanan bimbingan dan konseling yang mencakup semua kegiatan selama seminggu, yang merupakan deskripsi bulanan dari program tersebut.
  • Program bulanan, yang merupakan program layanan bimbingan dan konseling yang mencakup semua kegiatan selama sebulan, yang merupakan deskripsi dari program semester.
  • Program Semesteran, yang merupakan program bimbingan dan konseling yang mencakup semua kegiatan selama satu semester yang merupakan deskripsi dari program tahunan.
  • Program tahunan, yaitu program orientasi dan konseling yang mencakup semua kegiatan selama satu tahun untuk setiap kelas di sekolah / madrasah.

Tujuan Bimbingan Konseling

Adapun untuk Tujuan dari BK ini memiliki tiga macam yang tersusun di dalamnya, yaitu:

Tujuan BK Tentang Aspek Karir

  • Ketahui keterampilan, kemampuan, dan minat Anda. Keberhasilan atau kenyamanan dalam karier sangat dipengaruhi oleh keterampilan dan minat yang dimiliki.
  • Mampu membentuk model karier, yaitu kecenderungan ke arah karier. Jika seorang konsultan bercita-cita untuk menjadi guru, maka ia harus selalu fokus pada kegiatan yang terkait erat dengan karier guru.
  • Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, atau merencanakan kehidupan secara rasional untuk mendapatkan peran yang sesuai dengan minat, kemampuan dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
  • Mempunyai kemampuan sebagai bentuk identitas karier, mengenali karakteristik pekerjaan, keterampilan (syarat) yang diperlukan, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek pekerjaan, dan kesejahteraan pekerjaan.
  • Mempunyai sikap yang positif pada dunia kerja. Dalam arti menginginkan dan mampu bekerja di bidang pekerjaan apa pun, tanpa merasa rendah diri, asalkan itu bermakna baginya dan sesuai dengan norma agama.
  • Ketahui dunia kerja dan informasi karier untuk mendukung kematangan keterampilan profesional.
  • Untuk memiliki pemahaman diri (keterampilan, minat, dan kepribadian) dalam kaitannya dengan pekerjaan.
Baca Juga :  Mimpi Kecelakaan

Tujuan BK terkait dengan aspek sosial konsultan

  • Memiliki kemampuan untuk membuat keputusan secara efektif.
  • Memiliki kemampuan menyelesaikan konflik (masalah) baik internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
  • Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (hubungan manusia), yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk persahabatan, persaudaraan atau pertemanan dengan manusia lain.
  • Memiliki rasa tanggung jawab, yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajiban.
  • Hormatilah orang lain, jangan menghina martabat atau harga dirinya.
  • Memiliki kemampuan untuk membuat pilihan yang sehat.
  • Milikilah sikap atau respek positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Memiliki pemahaman yang objektif dan konstruktif dan penerimaan diri, keduanya terkait dengan kekuatan dan kelemahan; baik fisik maupun psikologis.
  • Memahami ritme kehidupan yang berfluktuasi antara menyenangkan (rahmat) dan tidak menyenangkan (musibah), serta mampu merespons secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
  • Memiliki sikap toleransi terhadap komunitas agama lain, dengan saling menghormati dan menjaga hak dan kewajiban masing-masing.
  • Memiliki komitmen yang kuat untuk mempraktikkan nilai-nilai iman dan pengabdian kepada Allah SWT, baik dalam kehidupan pribadi, dalam keluarga, dalam hubungan dengan teman sebaya, di sekolah / madrasah, di tempat kerja dan di masyarakat pada umumnya.

Tujuan BK Terkait Dengan Aspek Akademik (Pembelajaran)

  • Memiliki kewaspadaan mental dan kemampuan untuk mengikuti ujian.
  • Mempunyai keterampilan guna menetapkan pada tujuan serta rencana pendidikan, bagaimana melakukan program studi, melaksanakan tugas, menetapkan pelajaran yang mendalam dan mencoba untuk mendapatkan informasi tentang berbagai hal untuk mengembangkan wawasan yang lebih luas.
  • Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti membaca buku, menggunakan kamus, membuat catatan dan mempersiapkan ujian.
  • Mereka memiliki alasan kuat untuk belajar seumur hidup.
  • Memiliki sikap positif dan kebiasaan belajar, seperti kebiasaan membaca, disiplin dalam belajar, memperhatikan semua pelajaran dan berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan pembelajaran yang direncanakan.
  • Waspadai potensi diri dalam aspek belajar dan pahami berbagai hambatan yang dapat muncul dalam proses pembelajaran yang mereka alami.

Manfaat Dari Bimbingan Konseling

Adapun untuk manfaat dari BK ini memiliki beberapa penjelasan yang tersusun di dalamnya, yaitu:

  1. Pengembangan pribadi akan meningkat secara positif dengan bimbingan dan konseling yang bertahap dan bermanfaat.
  2. Bimbingan konseling membantu kita untuk dapat memahami dan menerima diri kita sendiri dan orang lain untuk meningkatkan hubungan yang efektif dengan orang lain dan mampu berdamai dengan diri kita sendiri.
  3. Bimbingan konseling juga membantu kita mengurangi stres dan depresi yang kita alami karena kita dibantu untuk menemukan sumber stres itu dan juga untuk menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang tidak terpecahkan.
  4. Konsultasi konsultasi dapat membuat kita merasa lebih baik, merasa lebih bahagia, tenang dan tenang karena nasihat konsultasi akan membantu kita menerima setiap aspek yang ada dalam diri kita.

Fungsi Dari Bimbingan Konseling

Adapun untuk fungsi dari BK ini memiliki empat macam yang tersusun di dalamnya, yaitu:

Baca Juga :  Peta Topografi

Penyembuh

Fungsi dari penyembuhan, ialah fungsi penyembuhan BK. Fungsi ini terkait erat dengan upaya memberikan bantuan kepada konsultan yang memiliki masalah, baik dari segi aspek pribadi, sosial, pembelajaran dan karier.

Mendukung pengembangan

Fungsi dari pengembangan ialah fungsi BK yang lebih proaktif daripada fungsi lainnya. Konsultan akan bekerja untuk menciptakan lingkungan belajar yang menguntungkan yang memfasilitasi pengembangan konsultan.

Konsultan dan semua anggota dan komite komite Sekolah / Madrasah bekerja bersama untuk merencanakan dan mengimplementasikan program orientasi secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konsultan mencapai tugas perkembangannya. Teknik mengemudi yang dapat digunakan di sini adalah layanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau brainstorming, ruang rumah dan kunjungan lapangan.

Sebagai kutipan

Fungsi dari kutipan, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konsultan untuk selalu mengantisipasi berbagai masalah yang dapat terjadi dan berusaha mencegahnya, sehingga tidak diuji oleh konsultan.

Melalui fungsi ini, konsultan memberikan panduan kepada konsultan tentang cara menghindari tindakan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.

Pemahaman

Memahami ialah fungsi BK yang memberikan bantuan kepada konsultan untuk dapat memahami diri mereka sendiri (potensi mereka) dan lingkungan mereka (pendidikan, pekerjaan dan norma-norma agama).

Berdasarkan pemahaman ini, konsultan diharapkan dapat menggali potensinya secara optimal dan beradaptasi dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

Prinsip Dari Bimbingan Konseling

Adapun untuk prinsip dari BK ini memiliki empat macam yang tersusun di dalamnya, yaitu:

Mereka Terjadi Dalam Berbagai Kehidupan

Penyediaan layanan bimbingan tidak hanya terjadi di sekolah / madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga / bisnis, di lembaga pemerintah / swasta dan di masyarakat pada umumnya.

Sektor layanan bimbingan juga memiliki sifat multi-aspek, yang mencakup aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan profesional.

Pengambilan Keputusan Sangat Penting

Panduan ini dimaksudkan untuk membantu konselor membuat pilihan dan membuat keputusan. Panduan ini memiliki peran dalam memberikan informasi dan saran kepada konsultan, yang sangat penting baginya dalam mengambil keputusan.

Kehidupan konsultan diarahkan oleh tujuannya dan panduan ini memfasilitasi konsultan untuk mempertimbangkan, mengadaptasi, dan memperbaiki tujuan melalui proses pengambilan keputusan yang memadai. Kemampuan untuk membuat pilihan berdasarkan informasi bukanlah keterampilan bawaan, tetapi keterampilan yang harus dikembangkan. Tujuan utama dari bimbingan adalah untuk mengembangkan kemampuan konsultan untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan.

Bekerja Sama

Panduan ini tidak hanya tugas atau tanggung jawab konsultan, tetapi juga tugas guru dan kepala sekolah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Semua orang bekerja sebagai satu tim.

Tekankan Yang Positif

Pada kenyataannya masih banyak konsultan yang memiliki persepsi negatif tentang mengemudi, karena mengemudi dipandang sebagai cara untuk menekan aspirasi.

Sangat berbeda dari apa yang ada dalam perspektif itu, orientasi sebenarnya adalah proses membantu yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. karena bimbingan adalah cara untuk membangun perspektif positif pada diri Anda, memberikan dorongan dan peluang untuk pertumbuhan.

Proses Menciptakan Individuasi

Setiap konsultan memiliki karakteristik unik (berbeda satu sama lain) dan melalui bantuan konsultasi dibantu untuk memaksimalkan pengembangan keunikannya. Prinsip ini juga menyatakan bahwa fokus tujuan bantuan adalah konsultan, bahkan jika layanan bimbingan menggunakan teknik kelompok.

Dilakukan Untuk Semua Konsultan

Berdasarkan prinsip ini, panduan diberikan kepada semua konsultan atau konsultan, baik mereka yang tidak memiliki masalah maupun mereka yang memiliki masalah; pria dan wanita; baik anak-anak, remaja maupun dewasa.

Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam panduan ini lebih bersifat preventif dan penyembuhan (kuratif); dan teknik kelompok yang lebih disukai daripada individu (individu).

Demikianlah sobat yang dapat kami sampaikan materi pelajaran ini. Semoga dengan apa yang telah kami sampaikan dalam artikel ini, dapat memberikan pemahaman serta bermanfaat untuk sobat semua.

Baca Juga: