Aktiva Tetap

Posted on

Aktiva Tetap Adalah – aktifa berwujud yang diterima dalam bentuk aset siap digunakan atau yang telah dibangun dalam aktivitas perusahaan dan memiliki manfaat lebih dari satu tahun.

Kali ini kabarkan.com akan memberikan pelajaran mengenai Aktiva Tetap ialah. Dimana pelajaran ini akan dikupas secara jelas, dengan berdasarkan Pengertian, Penyusutan, Metode, Karakteristi dan Contoh.

Pengertian

Aktifa tetap ialah, atau yang biasa disebut sebagai aset, ialah harta yang merupakan sumber ekonomi perusahaan yang dipakai untuk kegiatan perusahaan.

Menurut standar akuntansi keuangan, dalam rangka dasar untuk menyiapkan dan menyajikan laporan keuangan, aset dimengerti sebagai sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa yang telah terjadi dan dari mana manfaat ekonomi diperoleh di masa depan.

Dan diharapkan akan dapat diterima oleh perusahaan. Aset itu sendiri biasanya dibagi menjadi modal kerja dan aktifa tetap.

Aktiva Tetap Ialah

Definisi aktifa tetap ialah aktifa berwujud yang diterima dalam bentuk aset siap digunakan atau yang telah dibangun dalam aktivitas perusahaan dan memiliki manfaat lebih dari satu tahun.

Sementara itu, meskipun definisi aktiva tetap menurut Ikatan Akuntansi Indonesia adalah aktiva berwujud yang diterima dalam bentuk siap pakai, dibangun di muka, yang digunakan dalam kegiatan perusahaan, tetapi tidak dimaksudkan untuk dijual dalam kerangka perusahaan biasa. kegiatan standar yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun.

Beberapa Definisi Mengenai Aktiva Tetap

Aktiva tetap ialah dipahami sebagai aset milik perusahaan yang telah diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun di muka, bersifat permanen dan dapat digunakan dalam aktivitas biasa, perusahaan untuk jangka waktu yang relatif lama dan memiliki nilai material yang memadai.

Aktiva tetap ialah adalah sumber daya ekonomi yang telah diperoleh dan digunakan oleh perusahaan sebagai hasil dari operasi masa lalu, salah satunya adalah aset tetap yang digunakan oleh perusahaan dalam kegiatannya untuk produktifitas produk atau jasa.

Penyusutan Aktiva Tetap

Penyusutan aktiva tetap ialah nilai aset tetap yang dapat diamortisasi (aset yang dapat disusutkan) selama umur aset tersebut masih dimanfaatkan. Penyusutan merupakan suatu bentuk penyesuaian terus menerus dari harga suatu aset sesuai dengan penurunan kapasitas suatu aset, seperti penurunan nilai, kualitas dan kuantitas.

Dengan kata lain, metode penyusutan adalah distribusi biaya perolehan atau porsi signifikan dari biaya yang telah diperolehan suatu aset tetap selama masa manfaat suatu aset tersebut berlangsung.

Jumlah yang dapat diamortisasi adalah selisih antara harga perolehan dan nilai residu, yaitu nilai aset pada akhir masa manfaatnya. Setiap perusahaan memainkan peran penting dalam menentukan metode yang di mana akan digunakan, dan ini akan mempengaruhi jumlah biaya penyusutan.

Metode Penyusutan Aktiva Tetap

Fikirkan kita untuk memperoleh suatu usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman, yaitu toko roti. yang Setiap mengasilkan, kita meggunakan 15 pemanggang agar bisa menghasilkan 150 jenis kue yan berbeda.

Dengan kata lain, setiap 1 oven bertanggun jawab atas 15 kue. Jika ada salah satu yan rusak dapat membuat produk roti menjadi berkurang dan melemahnya tingkat peroduksinya.

Dalam akuntansi bisnis, alat memanggang kue, termasuk ke dalam Aset Tetap Atau Aktiva Tetap. Yang dimaksud, adalah aset kekayan yan bukan merupakan dana, tetapi bisa diartikulasikan sebagai terhap salah satu peruzahan. Berharga atau tidak, tergantung pada apa yang dibutuhkan untuk kita usahakan. Ingin.

Baca Juga :  Asas Otonomi Daerah

Telah dikatakan sebelumnya jika aset tetap memiliki periode waktu tertentu sebelum dihapus dengan yang baru. Namun, ini dapat dicegah atau diramalkan, setidaknya jika pemilik bisnis ini menggunakan atau memakai salah satu dari lima metode penyusutan aset tetap yang akan dijabarkan di bawah ini.

Service Hour Depreciation Peroduk

Akhirnya, metode ini menghitung depresiasi aset yang tergantung pada berapa lama aset tersebut digunakan. Misalkan, aset akan bertahan lebih lama jika hanya digunakan separuh waktu dan tidak penuh waktunya. Karena Aset ini dapat beristirahat dan dapat digunakan kembali keesokan harinya.

Unit Depresiasi Produk

Metode penyusutan ini sama dengan jumlah produksi. Artinya, metode ini digunakan untuk mengukur nilai layanan aset berdasarkan total produk yang dihasilkan. Jumlah tersebut akan menunjukkan seberapa banyaknya kita perlu menghabiskan harga untuk membeli suatu aset.

Jumlah Angka Depresiasi Tahun ini

Ini adalah metode penyusutan setiap tahun. Dimana dengan menggunakan metode ini, pengeluaran terbesar akan terjadi pada tahun-tahun pertama kedatangan suatu aset. Selain itu, umur suatu aset juga dapat dihitung menggunakan metode ini. Maknanyanya, kita dapat menentukan berapa lama aset ini akan berfungsi sebagai bagian dari bisnis yang akan kita kelola.

Metode Penyusutan Saldo Ganda

Metode depresiasi berlipat ganda ini berfokus pada depresiasi yang terjadi pada awalnya aset. Singkatnya, metode ini menggandakan biaya (pengeluaran) yang terjadi pada tahun pertama dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya. Mengapa, karena mereka percaya bahwa aset ini lebih produktif di tahun-tahun pertama setelah pembelian oleh pemilik bisnis tersebut.

Straight Line Method

Dalam bahasa Indonesia, metode ini umumnya dikenal sebagai metode garis lurus. Di Karenakan metode ini digunakan untuk menyamakan beban penggunaan pada setiap periode.

Contohnya, kita membeli alat pemanggang kopi seharga 65 juta rupiah dengan nilai jual kembali 6 juta rupiah. Jika periode penggunaan adalah 5 tahun, berapa biaya depresi dalam satu tahun. Maka hasil dari depresiasi mesin tersebut ialah 15 juta rupiah.

Karakteristi Aktiva Tetap

Karakteristik dalam aktifa tetap, antara lain sebagai berikut :

  • Tidak untuk dijual kembali.
  • Memiliki bentuk fisik.
  • Ini memiliki nilai material, harga aset cukup signifikan, misalnya, seperti: harga tanah, harga mobil, harga konstruksi dan sebagainya.
  • Memiliki masa penerimaan manfaat yang lama (lebih dari 1 tahun).
  • Semoga memberikan banyak manfaat di masa depan.
  • Aset dapat dipakai secara menyeluruh dalam efektif dalam aktivitasnya biasanya dalam perusahaan bukan untuk dijual kembali, seperti produksi dan inventaris.
  • Itu bukan milik perusahaan sebagai investasi.

Aktiva tetap berwujud

Yang dimaksud tentang aktiva tetap berwujud merupakan dan mempunyai karakter fisik, dan terbagi menjadi 3 jenis aktiva tetap berwujud, dimaksud seperti di bawah ini:

Aktiva yang menjadi sumber dari penyusutan atau depresiasi, misalnya seperti: pembangunan atau gedung, kendaraan, inventaris, alat-alat produksi dan lain sebagainya.

Merupakan sumber dari suatu penyusutan, contohnyanya: hasil bumi mineral, deposits mineral atau hasil dari alam dan lain sebagainya. Hasil dari Sumber alam atau pertambangan dapat habis melalui kegiatan eksploitasi pada sesuatu sumber tersebut, oleh karna itu sumber tersebut harus dapat dialokasikan kepada bagian-bagian yang dimana sumber alam atau tambang tersebut dapat memberikan hasilnya.

aktiva yang tidak akan mengalami penyusutan atau tidak mengalami deplesi, seperti: suatu tempat atau tanah dimana awal bagunan perusahaan ini telah di dirikan dan sebagainya.

Aktiva tetap tidak berwujud

Yang dijelaskan mengenai aktiva tidak berwujud (Intangible Assets) yakni merupakan aktiva yang tidak memiliki bentuk wujud fisik, akan tetapi mempunyai manfaat yang luas agar perusahaan yang diwujudkan dalam jenis bentuk jaminan tertentu, contohnya seperti: guna cipta, guna paten, guna monopoli, biaya untuk riset, semple dagang, dana untuk mendirikan perusahaan dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Contoh Literasi

Contoh Perolehan Aktiva Tetap

Agar Mendapatkan Perolehan Aktiva Tetap Dan Cara Menulisnya

Belanja Tunai

Aset tetap yang diterima dari pembelian tunai tergambarkan dalam suatu pembukuan dengan jumlah rata dengan uang yang telah dikeluarkan. Jumlah uang yang dikeluarkan untuk akuisisi aset tetap, termasuk dana yang tertera pada faktur, dan semua biaya yang dikeluarkan sedemikian rupa sehingga aset tetap siaga digunakan.

Jika ada potongan pembayaran ketika membeli aset tetap, diskon pembayaran merupakan pengurang dari harga faktur, terlepas dari apakah diskon diterima atau tidak. Dan jika lebih dari satu jenis aset tetap diterima selama pembelian, harga pembelian harus didistribusikan untuk setiap aset tetap.

Misalnya, ketika membeli bangunan dan tanahnya, harga beli didistribusikan ke bangunan dan tanah. Basis yang distribusi, sejauh mungkin, digunakan dengan harga pasar relatif dari setiap aset, yakni, dalam hal pembelian tanah dan bangunan, harga pasar tanah dan harga pasar bangunan diminta, dari setiap harga pasar ini dibandingkan dan menjadi dasar untuk distribusi harga perolehan.

Pembelian Angsuran

Jika aset tetap diterima sebagai hasil pembelian angsuran, biaya perolehan aset tetap mungkin tidak termasuk bunga. Bunga dalam angsuran secara jelas dinyatakan atau tidak diindikasikan secara terpisah, harus dikeluarkan dari harga pembelian dan diakui sebagai beban bunga.

Cara untuk menuliskan ini adalah dengan membayar majalah setiap tahun untuk mengurangi hutang ke jumlah pinjaman utama dan membayar bunga.

Pertukaran untuk Surat-surat Berharga

Aset tetap yang diterima melalui pertukaran dengan saham atau obligasi korporasi tercermin dalam buku besar dengan harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar.

Jika harga pasar suatu saham atau obligasi tidak diketahui, harga perolehan aset ditentukan oleh harga pasar aset tersebut.

Jika harga pasar sekuritas dan aset tetap yang dipertukarkan tidak diketahui, maka dalam keadaan ini nilai tukar ditentukan oleh keputusan manajemen perusahaan. Nilai tukar ini digunakan sebagai dasar akuntansi untuk biaya perolehan aset tetap dan bernilai surat berharga yang diterbitkan.

Tukar dengan aset tetap lainnya

Banyak pembelian aset tetap dilakukan melalui pertukaran. Aset lama telah digunakan untuk membayar aset baru, baik secara penuh atau sebagian, jika defisit dibayar tunai.

Dalam kondisi ini, prinsip harga perolehan masih harus digunakan, yaitu, aset baru dikapitalisasi dalam jumlah yang sama dengan harga aset lama ditambah uang yang dibayarkan (jika ada) atau dikapitalisasi pada harga pasar dari aset baru. aset diterima.

Diterima dari hadiah atau sumbangan

Aset tetap yang berasal dari hadiah atau sumbangan dapat dilakukan dengan melanggar prinsip biaya perolehan. Untuk menerima hadiah, biaya seringkali juga muncul, tetapi biaya ini jauh lebih sedikit daripada biaya aset tetap yang diterima.

Jika aset tetap dicatat pada biaya yang dikeluarkan, ini akan menyebabkan jumlah aset dan modal menjadi terlalu kecil, dan biaya depresiasi terlalu kecil.

Untuk mengatasi situasi ini, aset yang diterima sebagai hadiah dilakukan dengan harga pasar. Penyusutan atau amortisasi aset tetap yang diterima dari hadiah dihitung dengan cara yang sama seperti aset tetap lainnya.

Demikianlah sobat yang dapat kami sampaikan materi pelajaran ini. Semoga dengan apa yang telah kami sampaikan dalam artikel ini, dapat memberikan pemahaman serta bermanfaat untuk sobat semua. AMIN.

Baca Juga: