Iklim Koppen – Pengertian, Klasifikasi, Pembagian, Tipe dan Gambar

Posted on

Istilah iklim Koppen merujuk pada sistem klasifikasi iklim yang dikembangkan oleh ahli biogeografi Jerman, Wladimir Koppen, pada awal abad ke-20. Sistem ini berdasarkan pada hubungan antara tipe vegetasi dan kondisi iklim.

Klasifikasi iklim Koppen telah menjadi standar internasional dalam klasifikasi iklim, dan digunakan secara luas di seluruh dunia oleh ilmuwan, ahli lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang sistem klasifikasi iklim Koppen secara rinci.

Mengenal Tentang Apa Itu Iklim Koppen?

Iklim Koppen
Iklim Koppen

Iklim Koppen adalah sebuah sistem klasifikasi iklim yang dikembangkan oleh ahli klimatologi Jerman, Wladimir Koppen pada awal abad ke-20. Sistem ini membagi iklim dunia menjadi beberapa kategori berdasarkan suhu, curah hujan, dan bulan basah/kering dalam satu tahun.

Koppen mengklasifikasikan iklim berdasarkan keadaan cuaca bulanan, suhu rata-rata bulanan, suhu minimum bulanan terendah, serta curah hujan tahunan. Hasil klasifikasi iklimnya kemudian diberi kode huruf dan angka yang menjelaskan tipe iklimnya.

Ada lima kategori iklim utama dalam sistem klasifikasi iklim Koppen, yaitu iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang, iklim dingin, dan iklim kutub. Setiap kategori ini memiliki jenis iklim yang berbeda-beda dan dapat memberikan gambaran tentang kondisi iklim yang mungkin terjadi di suatu wilayah atau daerah.

Sejarah Pengembangan Sistem Klasifikasi Iklim Koppen

Wladimir Koppen mengembangkan sistem klasifikasi iklimnya pada tahun 1900-an, setelah bertahun-tahun melakukan penelitian tentang hubungan antara iklim dan tipe vegetasi. Koppen memperhatikan bahwa keberadaan tumbuhan tertentu di suatu wilayah sangat tergantung pada suhu dan curah hujan. Berdasarkan temuannya tersebut, Koppen mengembangkan sistem klasifikasi iklim yang terdiri dari lima kategori utama: A (tropis), B (stepa), C (sedang), D (kontinental), dan E (polar).

Koppen kemudian memperkenalkan sub-kategori dalam setiap kategori utama untuk memperjelas perbedaan iklim di setiap wilayah. Misalnya, kategori A dibagi menjadi tiga sub-kategori: Af (hutan hujan tropis), Am (musim hujan tropis), dan Aw (musim kering tropis). Dalam sistem klasifikasi iklim Koppen, sub-kategori dinyatakan dalam huruf kecil.

Kriteria Klasifikasi Iklim Koppen

Sistem klasifikasi iklim Koppen didasarkan pada dua faktor utama: suhu dan curah hujan. Suhu diukur dengan menggunakan rata-rata suhu bulanan tertinggi dan terendah, sedangkan curah hujan diukur dalam milimeter. Pengukuran ini dilakukan selama periode waktu yang lama, biasanya 30 tahun, untuk menghasilkan data yang akurat.

Sistem klasifikasi iklim Koppen memiliki tiga kriteria utama untuk menentukan kategori iklim:

  • Rata-rata suhu bulanan terendah: Kriteria ini bergantung pada temperatur terendah yang tercatat dalam satu tahun. Jika rata-rata suhu terendah di atas 18 derajat Celsius, wilayah tersebut masuk dalam kategori A (tropis).
  • Rasio curah hujan dan suhu: Kriteria ini mempertimbangkan ketersediaan air bagi tumbuhan. Wilayah yang memiliki curah hujan lebih besar dari suhu rata-rata, biasanya masuk ke dalam kategori A (tropis) atau C (sedang).
  • Variasi suhu dalam satu tahun: Kriteria ini mempertimbangkan perbedaan suhu antara musim panas dan musim dingin. Wilayah yang memiliki perbedaan suhu yang cukup besar biasanya masuk ke dalam kategori D (kontinental) atau E (polar).

Katagori Klasifikasi Iklim Koppen

Iklim Koppen
Iklim Koppen

Sistem klasifikasi iklim Koppen membagi iklim dunia menjadi lima kategori utama berdasarkan suhu, curah hujan, dan bulan basah/kering dalam satu tahun. Berikut adalah kategori iklim Koppen dan deskripsi singkatnya:

1. Iklim A

Kategori A dalam klasifikasi iklim Koppen adalah iklim tropis, yaitu wilayah dengan suhu rata-rata bulanan di atas 18°C dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Terdapat tiga jenis iklim tropis dalam klasifikasi iklim Koppen:

  • Af: Hutan Hujan Tropis (curah hujan selalu lebih dari 60 mm per bulan) Iklim ini dapat ditemukan di sebagian besar wilayah di sekitar khatulistiwa, seperti wilayah Amazon di Amerika Selatan, Kongo di Afrika Tengah, dan bagian tenggara Asia Tenggara.
  • Am: Musim Kemarau Pendek Tropis (satu atau dua bulan kering, curah hujan lainnya selalu lebih dari 60 mm per bulan) Iklim ini terdapat di wilayah-wilayah yang mengalami musim kemarau pendek, misalnya sebagian besar wilayah Afrika Tropis, Madagaskar, bagian selatan India, dan sebagian besar Asia Tenggara.
  • Aw: Savannah Tropis (satu atau dua bulan kering, curah hujan lainnya antara 60 dan 100 mm per bulan) Iklim ini ditemukan di wilayah savana atau padang rumput tropis, seperti Afrika Timur, bagian selatan India, dan sebagian besar Amerika Selatan.
Baca Juga :  Perlawanan Rakyat Maluku

Wilayah dengan iklim tropis memiliki kelembaban udara yang tinggi dan suhu yang stabil sepanjang tahun, sehingga banyak dihuni oleh berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang khas. Namun, wilayah ini juga rentan terhadap bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan penyakit tropis.

2. Iklim B

Kategori B dalam klasifikasi iklim Koppen adalah iklim stepa atau semi-arid, yaitu wilayah dengan suhu rata-rata bulanan di atas 18°C dan curah hujan yang rendah sepanjang tahun. Terdapat dua jenis iklim stepa dalam klasifikasi iklim Koppen:

  • BS: Steppe Semi-Arid (curah hujan tahunan antara 250-500 mm) : Iklim ini terdapat di wilayah yang mengalami musim semi dan gugur yang singkat, dan musim panas yang kering dan panas, misalnya di sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian tengah, sebagian besar Asia Tengah, dan sebagian besar wilayah Australasia.
  • BW: Gurun Semi-Arid (curah hujan tahunan kurang dari 250 mm) : Iklim ini terdapat di wilayah dengan curah hujan yang sangat rendah sepanjang tahun dan suhu yang sangat panas, seperti di sebagian besar wilayah Sahara, Gobi, dan Australia.

Wilayah dengan iklim stepa atau semi-arid biasanya didominasi oleh padang rumput atau semak belukar yang mampu bertahan dengan curah hujan yang rendah. Wilayah ini juga sering mengalami kekeringan dan badai pasir pada musim panas yang kering.

3. Iklim C

Kategori C dalam klasifikasi iklim Koppen adalah iklim sedang atau subtropis, yaitu wilayah dengan suhu rata-rata bulanan antara 10°C hingga 18°C dan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Terdapat tiga jenis iklim subtropis dalam klasifikasi iklim Koppen:

  • Cfa: Iklim Laut Tengah (curah hujan selalu lebih dari 30 mm per bulan : Iklim ini terdapat di wilayah pesisir yang mengalami musim panas yang panas dan lembab serta musim dingin yang basah, seperti sebagian besar wilayah Mediterania dan pesisir barat Amerika Serikat.
  • Cfb: Iklim Samudera (curah hujan selalu lebih dari 30 mm per bulan : Iklim ini terdapat di wilayah pesisir yang mengalami musim panas yang sejuk dan basah serta musim dingin yang lembab, seperti sebagian besar wilayah Eropa Barat, sebagian besar wilayah Amerika Utara, dan sebagian besar wilayah Selandia Baru.
  • Csa: Iklim Steppe (curah hujan antara 30-100 mm per bulan pada musim panas, tetapi kurang dari 30 mm per bulan pada musim dingin : Iklim ini terdapat di wilayah yang mengalami musim panas yang panas dan kering serta musim dingin yang sejuk, seperti sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian tengah dan selatan, bagian selatan Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan bagian selatan Australia.

Wilayah dengan iklim subtropis memiliki musim yang jelas, namun tidak se-ekstrem wilayah dengan iklim tropis atau stepa. Wilayah ini biasanya didominasi oleh vegetasi yang tahan kekeringan seperti semak dan pohon-pohon kecil. Wilayah ini juga dapat mengalami musim kekeringan dan kebakaran hutan pada musim panas yang kering.

4. Iklim D

Kategori D dalam klasifikasi iklim Koppen adalah iklim sedang dingin atau kontinental, yaitu wilayah dengan suhu rata-rata bulanan di bawah 10°C dan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Terdapat tiga jenis iklim kontinental dalam klasifikasi iklim Koppen:

  • Dfa: Iklim Kontinental Basah (curah hujan selalu lebih dari 30 mm per bulan : Iklim ini terdapat di wilayah yang mengalami musim panas yang hangat dan basah serta musim dingin yang dingin dan basah, seperti sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian timur laut, sebagian besar wilayah Eropa Timur, dan sebagian besar wilayah Asia Timur.
  • Dfb: Iklim Kontinental Sedang (curah hujan selalu lebih dari 30 mm per bulan : Iklim ini terdapat di wilayah yang mengalami musim panas yang hangat dan basah serta musim dingin yang dingin dan kering, seperti sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian tengah, sebagian besar wilayah Eropa Tengah, dan sebagian besar wilayah Asia Tengah.
  • Dfc: Iklim Kontinental Benua (curah hujan selalu lebih dari 30 mm per bulan : Iklim ini terdapat di wilayah yang mengalami musim panas yang pendek, dingin, dan kering serta musim dingin yang sangat dingin dan kering, seperti sebagian besar wilayah Siberia dan sebagian besar wilayah Kanada.
Baca Juga :  The Amazing Spider Man Mod APK Download Latest Version 2022

Wilayah dengan iklim kontinental memiliki musim yang jelas dan cenderung ekstrem, dengan musim panas yang hangat atau dingin dan musim dingin yang sangat dingin dan kering. Wilayah ini biasanya didominasi oleh vegetasi yang tahan terhadap cuaca dingin seperti pinus dan cemara. Wilayah ini juga dapat mengalami badai salju dan kondisi cuaca yang ekstrem pada musim dingin.

5. Iklim E

Kategori E dalam klasifikasi iklim Koppen adalah iklim kutub atau es, yaitu wilayah dengan suhu rata-rata bulanan di bawah 0°C sepanjang tahun. Terdapat dua jenis iklim kutub dalam klasifikasi iklim Koppen:

  • ET: Iklim Kutub Tundra (curah hujan selalu lebih dari 10 mm per bulan : Iklim ini terdapat di wilayah yang mengalami musim panas yang pendek dan sejuk serta musim dingin yang sangat dingin dan kering, seperti sebagian besar wilayah Alaska, wilayah Arktik, dan sebagian besar wilayah Kanada Utara.
  • EF: Iklim Kutub Es (curah hujan selalu kurang dari 10 mm per bulan : Iklim ini terdapat di wilayah yang selalu bersuhu di bawah 0°C sepanjang tahun, seperti wilayah Antartika dan sebagian besar wilayah Greenland.

Wilayah dengan iklim kutub memiliki musim yang sangat ekstrem, dengan musim panas yang pendek dan sejuk serta musim dingin yang sangat dingin dan kering. Vegetasi di wilayah ini sangat jarang dan terbatas pada lumut, liken, dan tumbuhan kecil lainnya yang mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang sangat ekstrem. Wilayah ini juga dapat mengalami badai salju dan kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan untuk kehidupan manusia dan hewan yang tidak teradaptasi dengan baik.

Inilah Manfaat Iklim Koppen Bagi Sumber Daya Manusia

Klasifikasi iklim Koppen memiliki berbagai manfaat, antara lain:

1. Mempermudah pemahaman mengenai iklim di berbagai wilayah

Klasifikasi iklim Kopen membantu mempermudah pemahaman mengenai iklim di berbagai wilayah di dunia dengan membaginya ke dalam kategori-kategori yang mudah dipahami. Hal ini memudahkan untuk melakukan perbandingan dan penilaian terhadap iklim di wilayah yang berbeda.

2. Berguna dalam perencanaan pembangunan

Klasifikasi iklim Kopen juga berguna dalam perencanaan pembangunan di berbagai wilayah. Kondisi iklim dapat mempengaruhi berbagai faktor seperti jenis tanaman yang cocok ditanam, jenis bangunan yang cocok untuk wilayah tersebut, serta strategi pengelolaan sumber daya alam. Dengan mengetahui kategori iklim Koppen di suatu wilayah, maka dapat dilakukan perencanaan yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi iklim di wilayah tersebut.

3. Berguna dalam penelitian ilmiah

Klasifikasi iklim Kopen juga berguna dalam penelitian ilmiah, terutama yang berkaitan dengan ekologi, geografi, dan meteorologi. Klasifikasi ini dapat digunakan untuk mempelajari pola iklim dan dampak perubahan iklim terhadap lingkungan, serta melakukan prediksi mengenai perubahan iklim di masa depan.

4. Berguna dalam sektor pertanian dan perikanan

Klasifikasi iklim Kopen juga berguna dalam sektor pertanian dan perikanan. Dengan mengetahui kategori iklim Koppen di suatu wilayah, maka dapat dilakukan penyesuaian pada jenis tanaman atau ikan yang cocok untuk ditanam atau dibudidayakan di wilayah tersebut, sehingga meningkatkan produksi dan produktivitas.

5. Berguna dalam sektor pariwisata

Klasifikasi iklim Kopen juga berguna dalam sektor pariwisata. Kategori iklim Koppen dapat memberikan informasi mengenai kondisi iklim di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu. Hal ini dapat membantu para wisatawan untuk merencanakan perjalanan mereka ke wilayah yang memiliki iklim sesuai dengan preferensi mereka.

Dengan demikian, klasifikasi iklim Koppen memiliki berbagai manfaat dalam berbagai bidang dan membantu kita memahami dan memanfaatkan kondisi iklim di berbagai wilayah di dunia.

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai iklim koppen, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :