Rumus Normalitas

Posted on

Rumus Normalitas – Setelah sebelumnya contohsoal co.id telah menerangkan materi tentang Rumus Molaritas Maka dipertemuan kali akan kabarkan.com paparkan kembali materi tentang rumus normalitas dengan beserta pengertian, molalitas dan contoh soal. Untuk melengkapi penjelasan kali ini , maka bisa sobat simak ulasannya sebagai berikut ini.

Pengertian Normalitas

Rumus Normalitas
Rumus Normalitas

Apa yang dimaksud dengan normalitas? yakni merupakan suatu ukuran yang mengarahkan sebuah konsentrasi dengan berat yang setara dalam gram per liter larutan.

Kemudian berat setarnfa itu sendiri ialah merupakan suatu ukuran dengan berkapasitas reaktif yang di dapat dari suatu molekul yang terlarut di dalam sebuah larutan.

Kemudian pada saat dalam proses reaksi, maka peran zat terlarut tersebut nantinya akan dapat menentukan normalitas suatu larutan.

Pada umumnya normalitas juga dikenal sebagai sebuah satuan yang mempunyai konsentrasi dalam larutan yang setara.

Kemudian biasanya dalam penulisan normalitas kerap disingkat dengan huruf “N” yang mana hal tersebut ialah merupakan salah satu cara efektif serta sangat bermanfaat dalam proses laboratorium.

Pada umumnya apabila kita cermati, dimana normalitas mempunyai kesamaan dengan molaritas atau disingkat juga dengan M.

Apabila molaritas ialah merupakan sebuah satuan dari konsentrasi yang mewakili konsentrasi ion yang sedang terlarut atau dapat juga dapat diartikan sebuah senyawa yang dapat terlarut di dalam suatu larutan.

Dan bisa dikatakan fungsi dari rormalitas lebih lengkap dimana normalitas ialah merupakan perwakilan konsentrasi molar, namun hanya dari komponen asam atau komponen basa saja.

Kemudian secara umum pada komponen asam ialah merupakan jumlah ion H+ yang berada dalam larutan asam, dan untuk komponen basa ialah ion terlarut OH dalam larutan basa.

Rumus Normalitas

Setelah menyaksikan definisi Normalitas di atas, maka dapat kita lihat bahwa normalitas ini hampir sama dengan Molaritas.

Hanya saja perbedaan , terdapat pada Normalitas kation atau anion yang dikandung sebuah larutan. 

Berikut ini terdapat rumus-rumusnya:

1. Di bawah ini Rumus hubungan molaritas dan normalitas dengan secara matematis ditulis :
N = M x a ⇔ N = n x aV
Dimana :

  • N =Normalitas
  • n =jumlah mol
  • M =Moralitas 
  • a =valensi (banyaknya ion)
  • V =volume
Baca Juga :  Kapasitor

2. Kemudian apabila diketahui ekivalen za maka terlarut dengan volume, secara matematisnya bisa dilambangkan:
N= EkV 
Dimana :

  • N=Normalitas
  • Ek = ialah merupakan mol ekivalen dimana jumlah mol x dengan jumlah ion H+ atau ion OH
  • V =volume

3. Apabila di dalam n mol zat terlarut terkandung sangat banyak a ion H+ atau ion OH, maka untuk penulisan rumus mol ekivalen (ek) dengan secara matematisnya dilambangkan seperti dibawah ini:
Ek = n x a 
Dimana :

  • Ek=mol ekivalen
  • n=jumlah mol
  • a=valensi atau (banyaknya ion)
  • Perbandingannya asamnya, dimana 1 mol ekivalen setara dengan 1 mol ion H+
  • Kemudian sedangkan pada basa, satu mol ekivalen setara dengan satu mol ion OH

4. Kemudian untuk mencari mencari Bobot Ekivalen (BE) maka dengan rumus dan secara matematis bisa dilambangkan : 
BE = Mr
Dimana :

  • BE=Bobot Ekivalen
  • Mr=massa molekul relativ
  • a=valensi (banyaknya ion)

5. Selanjutnya agar dapat mencari normalitas maka dapat menggunakan Rumus yakn jika sudah diketahui berapa jumlah mol dan volume dalam mililiter (mL), jadi penulisan rumusnya seperti di bawah ini:
N = mMr x 1000V x a ⇔ N = mBE x 1000V 
Dimana :

  • N =Normalitas
  • m =massa zat terlarut
  • Mr = massa molekul relative
  • a =valensi (banyaknya ion)
  • V =volume

Contoh Soal Normalitas

Apabila pada 0,5 liter larutan NaOH kemudian dibentuk dengan cara melarutkan 5 gram NaOH (Mr = 40) yang berlangsung di dalam air. Maka tentukanlah larutan pada normalitas tersebut ? 

Pembahasan
Untuk mengetauhinya , maka terlebih dahulu cari jumlah mol NaOH dengan menggunakan rumus :
n = mMr
n = 5 gram40 = 0,125 mol 

Kemudian selanjutnya , kita cari valensinya atau (banyaknya ion) :
Jumlah ion OH_, a = 1 
Maka setelah didapatkan Ek yakni (mol ekivalen) bisa menggunakan rumus
Ek = n x a 
Ek = 0,125 x 1 = 0,125 

Langkah Berikutnya, carilah nilai pada Normalitas dapat menggunakan rumus :
N = EkV 
N = 0,1250,5 = 0,25 N

Soal No.2

Hitunglah berapakah gr larutan dari 0,25 N pada asam sulfat (Mr = 98) yang terdapat di dalam 500 liter larutan ?

Pembahasan
Reaksi: H2SO4 → 2H+ + SO4-2
Jumlah normalitas = 0,25 N sedangkan pada a (banyaknya ion) = 2 yakni (ada 2 ion H+
Maka dengan begitu kita dapat menemukan nila Moralitas dengan menggunakan rumus : 
N =M x a 
M =Na = 0,252 = 0,125 

Baca Juga :  Momen Inersia

Selanjutnya kita cari kembali banyaknya jumlah gram pada larutan yang dibutuhkan dengan menggunakan rumus
N = mMr x 1000V x a 
M =mMr x 1000V 
0,125 =m98 x 1000500 
m =0,125 x 98 x 5001000 = 6,125 gram

Soal No.3

Apabialh telah diketahui bahwa 98 gr H2SO4 yang kemudian dilarutkan ke dalam 500 ml larutan, dan berat jenis larutan tersebut 1,1 gr/ml (Mr =98). jadi tentukanlah:
a. Bobot Ekivalennya 
b. Normalitas larutan tersebut 

Pembahasan
a. Bobot Ekivalennya 
Dengan Reaksi: H2SO4 → 2H+ + SO4-2
Maka jumlah larutan pada H2SO4 mempunyai 2 ion H+ , sehingga dengan begitu a= 2 
Mr dari H2SO4 ialah 98 

Selanjutnya untuk mencari Bobot Ekivalennya dengan menggunakan rumus : 
BE = Mra = 982 = 49 

b. Normalitas larutan 
Gunakan rumus no.5 :
N = mBE x 1000V 
N = 9849 x 1000500 = 2 x 2 = 4 N

Nah itulah pembahasan kita kali ini mengenai rumus normalitas, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat semua.

Artikel Lainnya :