Karya Seni Grafis

Posted on

Karya Seni Grafis – Merupakan suatu seni rupa yang merupakan suatu bagian dari seni visual. Seni murni ini sendiri memiliki suatu nilai karya yang hanya akan bisa dinikmati oleh nilai estetikanya.

Namun, saat ini ada gerak pergeseran dalam sebuah arti di mana seni grafis ini masuk. Berikut ini adalah tentang pemahaman sebuah seni grafis dan gerak pergeseran fungsi seni ini menjadi seni terapan.

Kali ini kabarkan.com akan memberikan pelajaran mengenai Karya Seni Grafis. Dimana pelajaran ini akan dikupas secara jelas, dengan berdasarkan Pengertian, Sejarah, Gambar Seni, dan Teknik.

Pengertian Seni Grafis

Menurut cara etimologis, kalimat dari “grafis” berasal dari kata “graphi” (dalam bahasa Inggris), yang berarti membuat atau menciptakan sebuah gambar, prasasti, dan lukisan bertuliskan atau ditulis. Sedangkan seni adalah karya orang-orang yang mengandung nilai estetika.

Karya Seni Grafis

Seni grafis itu sendiri biasannya sering disebut sebagi seni visual. Akan tetapi hari ini, suatu karya seni inipun kerap kali diidentifkan oleh desain karya seni grafis, terutama karena akan meningkatnya suatu keperluan akan suatu karya desain grafis dan teknologi pendukung. Maka seni grafis ini mulai bergerak dari seni

Sejarah Karya Seni Grafis

Sejarah Dari Seni Grafis

Suatu seni tidak hanya ada dalam era modern. Akan ada banyak sejarah munculnya dan berkembangannya sebuah seni untuk mencapai titik ini. Dalam sejarah grafiknya sendiri, ini dibagi menjadi dua bagian. Yakni, sejarah seni grafis di dunia dan sejarah seni grafis di Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya:

Sejarah Grafik Di Dunia

Jika suatu seni biasanya berasal dari sebuah paradap Eropa, maka seni grafis berasal dari daratan Asia. Karya Itupun terdapat dari daratan Cina sejak pembukaan kertas. Telah diketahui bahwa yang pertama kali menemukan kertas itu adalah orang Cina pada Dinasti Ying pada tahun 108 Masehi.

Awalnya, grafik ini dipakai untuk mereproduksi karya keagamaan. Biasanya teks agama diukir di atas kayu atau kertas. Dan tidak hanya di negara Cina, manuskrip dengan gambar dan ukiran kayu juga didapatkan di Jepang dan Korea. Biasanya, naskah-naskah ini memiliki karakteristik yang kuat, seperti budaya kuno dan awet.

Kontribusi Tiongkok terhadap pengembangan grafik di dunia Barat sangat besar berkat penemuan kertas dan teknologi balok kayu yang mereka kembangkan, menjadi suatu karya yang sangat bagus dan indah. Akan tapi, sebelum kita membuka suatu cara teknik balok kayu, ada beberapa langkah lagi. Dari fase ukiran di atas batu sampai pembukaan kertas.

Baca Juga :  Contoh Puisi

Mencetak pada sebuah balok kayu adalah teknik pencetakan yang dimulai dengan mengukir dokumen pada balok kayu. Blok kayu yang telah dipotong kemudian akan diberi tinta atau cat, dan kemudian ditekan ke kertas sampai gambar di blok kayu tersebut disalin dengan rapi ke kertas. Ini adalah awal dari perkembangan grafis.

Sejarah Seni Grafis di Indonesia

Seperti contoh cabang seni lainnya, suatu karya grafik mulai berkembang di Indonesia sejak kolonialisme mulai menjajah Indonesia, akan tetapi kolonialisme Belanda merupakan seni yang paling penting. Selama masa kolonial, pemerintah Belanda meminta beberapa karya seniman dari negara mereka agar dapat merekam sebuah pemandangan alam di Indonesia.

Semua catatan yang merupakan suatu keindahan lanskap Indonesia dibuat dalam bentuk sebuah lukisan romantis. Beberapa dari salah satu mereka juga diposisikan menggunakan sebuah teknik ukiran kayu dan litografi. Pelajaran tentang karya ini merekam sifat eksotis di Indonesia inilah yang memperkenalkan orang Indonesia pada seni gambar ini. Namun tidak seperti yang dikenali, tetapi hanya dengan suatu batas komunikasi dengan orang asing.

Namun, ketika seni grafis ini telah dikuasai dan lebih dikenal, keberadaannya di Indonesia hanya dianggap suatu seni kelas dua. Seni grafis ini sering dilihat sebagai karya seni yang hanya menyertai berbagai bentuk seni lainnya, misalnya, informasi di pameran suatu lukisan dan sebagainya.

Hanya di tahun 1971-1982. Beberapa pameran karya grafis tunggal diadakan. Di mana suatu seni ini tidak akan lagi dipamerkan sebagai bagian dari patung atau lukisan “yang menyertai”, tetapi telah mengambil tempatnya di sebuah pameran seni.

Kemudian, dengan perkembangan teknologi, seni grafis didukung dan dikembangkan dengan sangat cepat sampai apa yang akan kemudian dikenal sebagai desain grafis.

Teknik Seni Grafis

Metode Cetakan Foto

Cara teknik seni grafis ini merupakan bentuk teknik pencetakan yang paling sering kita hadapi. Dalam teknik ini kita dapat menggunakan suatu kamera. Setelah itu, gambar pada kamera tersebut dapat dicetak menggunakan sebuah alat cetak. Teknik ini juga sering kali disebut sebagai teknik fotografi.

Teknik Cetakan Intaglio

Teknik ini lebih dikenal sebagai cara pencetakan intaglio, merupakan teknik untuk menggores bahan media menggunakan benda tumpul. Biasanya pembawa yang digunakan dalam teknik ini adalah logam. Karena itu hasil dari goresan ini sendiri akan bersifat permanen atau sulit untuk dihapus.

Kta perlu tahu terdapat empat metode pencetakan ini: ukiran, etsa, mezotint dan tempat kering. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan dari empat metode ini:

  • Ukiran Dalam teknik ini, seorang seniman wajib menggunakan suatu alat yang disebut burin. Alat ini berguna untuk ukiran logam. Permukaan logam akan dicat, setelah itu seorang seniman harus memotong logam dengan burin tersebut.
  • Pengawetan. Asam nitrat (HNO3) digunakan dalam teknik ini. bentuk dari Cairan asam ini akan diaplikasikan pada plat tembaga. Dengan menggunakan suatu teknik ini mirip dengan threading menggunakan cairan.
  • Mezzotint merupakan suatu teknik untuk menggores permukaan logam secara akurat. Teknik ini pun menggunakan suatu efek dominan cahaya gelap.
  • Jarum kering. Teknik Drypoint adalah teknik yang menggunakan benda tajam untuk mengukir media. Objek inipun akan menekan pada permukaan media untuk membuat sebuah gambar.
Baca Juga :  Intrusi Magma

Teknik Letterpress (potongan kayu)

Teknik ini lebih dikenal dengan teknik embossing. Mereka mengatakan bahwa teknik pencetakan ini muncul dikarenakan oleh hasil karya grafis ini benar-benar berasal dari media.

Selain teknik yang muncul, car teknik pencetakan ini juga dikenal sebagai metode peep. Teknik ini disebut teknik hollowed-out karena dibuat dengan hollowed out tersebut.

Penemu teknik pencetakan ini di temukan oleh Muhammad Arshad. Ada banyak seniman kelas dunia yang dikenal dengan teknik ini.

Teknologi Sablon (sablon sutra)

Teknik pencetakan ini lebih akrab di telinga dengan nama teknik sablon. Dalam hal teknik ini, Kita memerlukan sebuah layar, Kasa ini elastis, fleksibel dan halus. Jenis cetakan ini cukup umum untuk kita.

Beberapa artis terkenal juga sering menggunakan teknik ini. Teknik ini cukup banyak peminatnya di karenakan metodenya cukup sederhana.

Teknik Pencetakan Datar (litografi)

Litografi adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani, lithos berarti batu, dan graphene berarti tulisan. Jadi, litografi adalah seni cetak yang menggunakan media batu. Dalam hal ini, jenis batu khusus yang digunakan ialah batu kapur.

Batu yang digunakan dalam metode teknik pengecoran ini adalah batu kapur dalam sebuah bentuk lempengan. Dengan demikian, batu itu terlihat seperti kertas tebal. Seniman menggunakan batu kapur ini di karenakan jenis batu ini bisa menyerap tinta.

Gambar Seni

Berikut Contoh gambar dari sebuah seni grafis ini yang diantaranya adalah seperti berikut:

Contoh 1

Contoh 2

contoh 3

Demikianlah sobat yang dapat kami sampaikan materi pelajaran ini. Semoga dengan apa yang telah kami sampaikan dalam artikel ini, dapat memberikan pemahaman serta bermanfaat untuk sobat semua. AMIN.

Baca Juga: