Hormon Auksin – Pengertian, Fungsi, Sifat dan Cara kerjanya

Posted on

Hormon auksin merupakan salah satu jenis hormon tumbuhan yang memiliki peran penting dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Charles Darwin pada tahun 1880, hormon ini telah menjadi fokus utama dalam studi biologi tumbuhan karena kemampuannya yang luar biasa dalam mengatur berbagai aspek kehidupan tumbuhan.

Pengertian Hormon Auksin

Hormon Auksin
Hormon Auksin

Hormon auksin ialah merupakan salah satu zat pengatur tumbuh yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu peran fisiologis auksin ialah guna menghambat peluruhan /perontokan daun, bunga, dan buah.

Dalam hal ini disebabkan oleh auksin bereaksi pada tanaman guna menghasilkan inhibitor bagi senyawa tertentu. Inhibitor yang terbentuk dapat berfungsi sebagai penghambat terbentuknya ethilen.

Pucuk tanaman yang sedang tumbuh yang kemudian bergerak ke bagian/organ lain dan akan menghasilkan respon (Loveless,1997). Merupakan tempat dihasilkannya Auksin

Terbentuknya auksin juga yakni pada organ reproduksi seperti serbuk sari, buah dan biji. Maka dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman perlu adanya mekanisme kerja untuk mengatur kadar hormon tanaman pada tingkat yang efektif pada jaringan-jaringan tertentu dari tanaman (Nurmala, 2004).

Fungsi Hormon Auksin

Secara umum fungsi hormon auksin pada tumbuhan yaitu:

  • Berperan dalam pembelahan dan pembesaran sel
  • Merangasng pembelahan kambium vaskuler
  • Dapat membantu dalam terbentuknya akar lateral dan akar adventif dan memicu pertumbuhan akar dengan lebih baik
  • Berperan dalam pertumbuhan tunas samping
  • Mengurangi jumlah biji dalam buah
  • Merangsang persentase terbentuknya buah dan bunga
  • Berperan dalam mengurangi gugur buah
  • Dapat memecah benih dormansi dan dapat merangsang dalam proses perkecambahan, serta dapat memecah dormansi pucuk/apikal agar dapat berkembang.
  • Merangsang terjadinya partenokarpi (kemampuan tumbuhan untuk mebentuk buah tanpa proses penyerbukan).

Karena banyaknya fungsi hormon auksin bagi tumbuhan tersebut, sekarang aplikasi hormon ini pada dunia pertanian telah banyak dilakukan. Hal ini terutama bertujuan untuk memberikan hasil panen optimal seperti yang diinginkan.

Baca Juga :  Fauna Australis

Sifat dan Fungsi Hormon Auksin

Hormon auksin yang paling umum ditemukan dalam tumbuhan adalah asam indol-3-asetat (IAA). Hormon ini diproduksi terutama di ujung tunas tumbuhan muda, biji, dan daun muda. Meskipun hadir dalam jumlah kecil, hormon auksin memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan tanaman.

Fungsi utama hormon auksin meliputi:

  1. Pemanjangan Sel: Salah satu peran utama hormon auksin adalah merangsang pemanjangan sel. Hormon ini mempengaruhi ekspansi sel dengan merangsang peningkatan kelonggaran dinding sel. Dalam hasil yang signifikan, tunas dan akar tanaman dapat tumbuh lebih panjang karena efek pemanjangan sel yang dipicu oleh auksin.
  2. Pembentukan Akar dan Tunas Samping: Auksin memainkan peran penting dalam pembentukan akar dan tunas samping. Hormon ini membantu menginisiasi perkembangan akar dengan merangsang pembelahan sel di daerah yang lebih rendah dari tunas, yang kemudian menjadi akar. Di sisi lain, auksin juga menghambat pertumbuhan tunas samping, menjaga pertumbuhan satu tunas utama agar lebih dominan.
  3. Gerak dan Orientasi: Auksin juga berperan dalam merespons cahaya dan gaya gravitasi. Ini memungkinkan tanaman untuk mengatur orientasi pertumbuhan mereka. Misalnya, dalam fototropisme positif, auksin bergerak ke sisi tanaman yang lebih gelap, yang merangsang pemanjangan sel di sisi yang lebih terang dan mengarahkan tunas menuju cahaya.
  4. Pembentukan Buah: Auksin membantu dalam pembentukan buah dengan merangsang pertumbuhan dinding ovarium setelah penyerbukan. Hal ini memicu perkembangan buah yang lebih besar dan lebih berair.

Cara Kerja Hormon Auksin

Hormon ini bekerja dalam menginisiasi pemanjangan sel dan juga memacu protein tertentu yg ada di membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ mengaktifkan enzim ter-tentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun dinding sel.

Sel tumbuhan kemudian memanjang akibat air yang masuk secara osmosis. Auksin merupakan salah satu hormon tanaman yang dapat meregulasi banyak proses fisiologi, seperti pertumbuhan, pembelahan dan diferensiasi sel serta sintesis protein (Darnell, dkk., 1986).

Auksin diproduksi dalam jaringan meristimatik yang aktif (yakni tunas, daun muda, dan buah) (Gardner, dkk., 1991). Kemudian auxin menyebar luas dalam seluruh tubuh tanaman, penyebarluasannya dengan arah dari atas ke bawah hingga titik tumbuh akar, melalui jaringan pembuluh tapis (floem) atau jaringan parenkhim (Rismunandar, 1988).

Baca Juga :  Penginderaan Jauh

Auksin ataudikenal IAA = Asam Indolasetat (yakni merupakan auksin utama pada tanaman), dibiosintesis dari asam amino prekursor triptopan, dengan hasil perantara sejumlah substansi yang secara alami mirip auksin (analog) tetapi mempunyai aktivitas lebih kecil dari IAA seperti IAN = Indolaseto nitril,TpyA = Asam Indolpiruvat dan IAAld = Indolasetatdehid.

Yang membantu proses biosintesis auxin yakni oleh enzim IAA-oksidase (Gardner, dkk., 1991). Pertama kali diisolasi Auksin yakni pada tahun 1928 dari biji-bijian dan tepung sari bunga yang tidak aktif, dari hasil isolasi didapatkan rumus kimia auksin (IAA = Asam Indolasetat) atau C10H9O2N.

Setelah rumus auksin ditemukan maka, terbukalah jalan guna menciptakan jenis auksin sintetis seperti Hidrazil atau 2, 4 – D (asam -Nattalenasetat), Bonvel Da2, 4 – Diklorofenolsiasetat), NAA (asam (asam 3, 6 – Dikloro – O – anisat/dikambo), Amiben atau Kloramben (Asam 3 – amino 2, 5 – diklorobenzoat) dan Pikloram/Tordon (asam 4 – amino – 3, 5, 6 – trikloro – pikonat).

Auksin sintetis ini sudah digunakan secara luas dan komersial di bidang pertanian, di mana batang, pucuk dan akar tumbuh-tumbuhan memperlihatkan respons terhadap auksin, yakni peningkatan laju pertumbuhan terjadi pada konsentrasi yang optimal dan penurunan pertumbuhan terjadi pada konstrasi yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Selanjutnya Setelah pemanjangan ini,yang mana sel terus tumbuh dengan mensintesis kembali material dinding sel dan sitoplasma. Namun bukan hanya sekedar memacu pemanjangan saja , akan tetapi hormon Auksin yang dikombinasikan dengan Giberelin dapat memacu pertumbuhan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang.

Demikianlah materi pembahasan ContohSoal.co.id kali ini. semoga artikel ini memberi manfaat serta menambah wawasan serta pengetahuan sobat semua.