Fungsi Sitoskeleton

Posted on

Fungsi sitoskeleton – Setelah sebelumnya kabarkan.com telah menerangkan materi pembahasan tentang Fungsi Mikrotubulus Maka dipertemuan kali ini akan kembali kabarkan.com paparkan secara gamblang materi pembahasan tentang fungsi sitoskeleton dengan disertai pengertian, struktur, karakteristik dan gambarnya. Nah lebih jelasnya sobat bisa simak ulasannya sebagai berikut.

Pengertian Sitoskeleton

Fungsi Sitoskeleton
Fungsi Sitoskeleton

Apa yang dimaksud dengan Sitoskeleton atau disebut juga kerangka sel? yakni merupakan suatu jaring berkas-berkas protein yang menyusun sitoplasma dalam sel.

Dari sebgian banyak yang menganggap bahwa sitoskeleton hanya terdapat di sel eukariota saja, namun ternya sitoskeleton ini juga bisa dijumpai pada sel prokariota.

Sebab dengan adanya sitoskeleton, sehingga sel dapat mempunyai bentuk yang kuat,dan juga bisa berubah bentuk, serta mampu mengontrol posisi organel, kemudian bisa berenang, serta merayap di permukaan.

Dengan berdasarkan pengertiannya dimna Ssitoskeleton ialah merupakan sebuah rangka sel yang terdiri dari 3 macam yakni : mikrotubul, mikrofilamen, dan filamen intermediet.

dimana pada Mikrotubul dapat tersusun dari dua molekul protein tubulin yang saling bergabung dann membentuk sebuah tabung.

Adapun fungsi mirkotubul sendiri yakni guna mempertahankan apabila terjadi sebuah penekanan terhadap sel, pada saat terjadi sebuah proses pemindahan sel yang terjadi dengan silia dan juga flagel, dan juga pada pergerakan kromosom pada saat proses pembelahan sel (anafase) berlangsung, kemudian pada pergerakan organel, hingga dapat membentuk sentriol pada sel hewan.

Kemudian pada Mikrofilamen yang juga merupakan suatu filament protein kecil yang terbentuk dari hasil pembentukan dua rantai protein aktin dan terpilin menjadi satu.

Dan pada Mikrofilamen juga mempunyai fungsi dalam membantu tegangan pada sel, hingga dapat merubah bentuk sel, lalu kontraksi otot, dan juga aliran sitoplasma, dan dalam perpindahan sel (misalnya psudopodia) dan juga dalam pembelahan sel.

Fungsi Sitoskeleton

Di bawah ini terdapat bebrapan fungsi dari pada sitoskeleton yang harus sobat kabarkan.com ketahui , penjelasannya sebagai berikut:

  • Untuk membantu dalam mempertahankan bentuk sel. sehingga nantinya dengan sitoskeleton ini bisa membuat sel tidak terlalu lembek dan memungkinkannya agar dapat kembali pada bentuk awalnya.
  • Memberikan bantuan terhadap pergerakan material sel misalnya seperti mRNA agar bisa sampai menuju ribosom
  • Memberikan bantuan aga dapat membentuk silia dan flagela yang merupakan sebagai alat pergerakan sel.
  • Membantu dalam memberikan kekuatan mekanik pada sel
  • Kemudian membantu Komponen penting pada saat proses pembelahan sel.dimana nantinya pada sitoskeleton akan membentuk benang- benang spindel yang berperan untuk mengikat serta bisa menarik kromosom kedalam mitosis maupun meosis.
Baca Juga :  Metamorfosis Belalang

Struktur Sitoskeleton

Fungsi Sitoskeleton
Fungsi Sitoskeleton

Di bawah ini terdapat struktur dari sitiskeleton yang akan kabarkan.com uraikan dengan besertakan fungsinya. Berikut Penjelasannya.

Mikrotubulus

Hampir disetiap bagian sel eukariot berada dimikrotubulus atau microtubule yakni terletak pada batang berongga yang berdiameter berkisar 25 nm dengan panjang sekitar200 mm hingga 25 um.

Pada dinding tabung berongga tersebut dapat tersusun dari protein globular yang disebut dengan tubulin.

Dimana setiap protein tubulin yakni merupakan suatu dimer atau sebuah molekul yang tersusun atas dua subunit.

Di dalam dimer tubulin terdiri dari dua polipeptida yang agak berbeda, yakni tubulin a dan B.

Kemudian pada mikrotubulus dapat bertambah panjang dengan cara melalui penambahan dimer tubulin, yang mana nantinya pada mikrotubulus akan diuraikan dan tubulin mempunyai tugas untuk membangun mikrotubulus di tempat lain dalam sel.

Fungsi Mikrotubulus

  • Menjaga serta memberi pertahanan terhadap bentuk sel (penopang penahan-kompresi)
  • Kemudian Motilitas sel seperti pada silia atau flagela
  • Pergerakan kromosom dalam pembelahan sel
  • Pergerakan organel

Mikrofilamen

Seperti yang sudah dijelaskan dipembahasan sebelumnya bahwa Mikrofilamen (Microfilament)? ialah merupaka sebuah batang yang padat dengan berdiameter berkisar7 nm.

Dalam sebutanya Mikrofilamen kerap disebut juga Filamen Aktin oleh sebab tersusun atas dua olekul aktin (actin) yakni sejenis protein globular.

Kemudia pada mikrofilamen yakni merupakan seutas rantai ganda yang di dapat dari subunit aktin yang melilit.

Selain sebagai filamen lurus, pada mikrofilamen juga bisa membentuk jejaring struktural, dengan memanfaatkan adanya protein-protein yang berikatan di sepanjang sisi filamen aktin sehingga dapat memungkinkan filamen baru untuk membentang sebagai cabang.

Kemudian pada Mikrofilamen juga dapat dijumpai hampir pada semua sel eukariot.

Kemudian Mikrofilamen juga sangat berperan penting pada motilitas sel, yakni dalam aparatus kontraktil sel otot.

Lalu peranan struktural mikrofilamen juga di dalam sitoskeleton yakni guna menahan tegangan (gaya taring).

Dengan menggunakan Jejaring dengan berdimensi tiga yang dibentuk oleh mikrofilamen yang terletak berada di bagian dalam membran plasma untuk membantu menyokong bentuk sel.

dengan adanya Jejaring ini sehingga dapat mengakibatkan lapisan pada sitoplasma terluar sel yang disebut korteks, mempunyai konsistensi semisolid gel,yakni merupakan kebalikan dari keadaan sitoplasma interior yang lebih cair.

Baca Juga :  Fungsi Bronkiolus

Namun untuk sel hewan sangat sulit untuk diterapkan dalam lingkungan yang berbeda untuk mengirim materi dengan melalui membran plasma, contohnya seperti sel usus, berkas mikrofilamen menjadi inti mikrovili, penjuluran halus yang meningkatkan luas permukaan sel di usus seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Fungsi Mikrofilamen, diantaranya:

  • Agar dapat menahan bentuk sel dari tegangan
  • Menjaga Perubahan bentuk sel
  • Kontraksi otot
  • Aliran sitoplasmik
  • Motilitas sel (misalnya seperti pada pseudopodia)
  • Membantu dalam pembelahan sel (pembentukan lekukan penyibakan)

Filamen Intermediet

Selanjutnya Filamen Intermediet ini dengan berdiameter jauh lebih besar jika dibandingkan dengan mikrofilamen akan tetapi ada lagi yang malah terbilang lebih kecil yakni pada mikrotubulus, dengan berdiameter filamen intermediet yakni 8-12 nm.

Pada Filamen intermediat terspesialisasi agar dapat menahan tegangan dan tersusun dari berbagai kelas unsur sitoskeleton.

Dari masing-masing tipe penyusunannya yakni atas subunit molekular yang berbeda dan juga tergolong ke dalam famili protein dan yang antara lain beranggotakan keraton.

Kemudian pada mikrotubulus dan mikrofilamen justru sebaliknya, sebab mereka mempunyai diameter dan komsisi yang tetap dan juga sema sel eukariot.

Dimana pada Filamen intermediat yakni merupakan sebuah penguat sel yang lebih permanen jika dibanding dengan mikrofilamen dan mikrotubulus, yang sebeblumnya telah diuraikan dan dirakit kembali di berbagai bagian sel.

Bahkan walaupun jika sel nantinya mati, namun jejaring filamen intermediat kerapkali mampun utuk tetap bertahan. 

Misalnya sebagai conoh , pada lapisan terluar kulit yang mana tersusun atas sel-sel kulit mati yang penuh protein keratin.

Apa yang dimaksud Sitoskeleton?

yakni merupakan suatu jaring berkas-berkas protein yang menyusun sitoplasma dalam sel.

Sebutkan fungsi mikrofilamen terhadap sitoskeleton?

Berfungsi agar dapat menahan bentuk sel dari tegangan

Dimana letak mikrofilamen berada?

mikrofilamen terletak berada di bagian dalam membran plasma untuk membantu menyokong bentuk sel

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai fungsi sitoskeleton, semoga artikel ini dapat bermenfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :