Kontravensi – Pengertian, Faktor Penyebab, Dampak & Manfaat

Posted on

Kontravensi adalah sebuah kata yang mengacu pada perbedaan pendapat atau perselisihan, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah manusia sejak zaman purba hingga era modern. Kontravensi muncul dalam berbagai konteks, mulai dari politik dan agama hingga ilmu pengetahuan dan budaya. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang apa itu kontravensi, mengapa itu muncul, dampaknya, serta bagaimana kita bisa mengelolanya secara konstruktif.

Pengertian Kontravensi

Kontravensi - Pengertian, Faktor Penyebab, Dampak & Manfaat

Dengan menurut keterangan yang di dapat dari kamus besar bahasa Indonesia, yang mana kontravensi yang dapat diartikan sebagai sebuah mekanisme berlangsungnya suatu kompetisi dan menyebabkan adanya perseteruan yang ditandai dengan adanya gejala ketidakpastian tentang pribadi seseorang dan perasaan tidak menyukai yang disembunyikan pada kepribadian seseorang.

Kontravensi adalah pertentangan atau perselisihan dalam pandangan, gagasan, atau keyakinan antara individu, kelompok, atau entitas. Ini bisa terjadi dalam berbagai bidang, termasuk politik, sosial, ekonomi, agama, ilmu pengetahuan, dan budaya. Kontravensi mungkin timbul karena perbedaan interpretasi, kepentingan yang berbeda, atau nilai-nilai yang bertentangan.

Agar dapat melihat adanya Kontravensi bisa terlihat dengan adanya berbagai gejala yang bersifat tidak pasti yang terjadi pada diri seseorang didalam sebuah rencana, dimana perasaan tidak menyukai yang ada di dalam hati.

Bentuk-Bentuk Kontravensi

Di bawah ini terdapat beberapa bentuk kontravensi menurut Leopold des Wiese dan Howard Becker mencakup lima subproses yakni sebagai berikut.

  • Yang pertama bentuk kontravensi yang umum meliputi berbagai tindakan misalnya seperti adanya penolakan, lalu ketidaksukaan, kemudian konfrontasi, menghalang-halangi, protes, kekerasan, dan juga tindakan merusak adanya suatu agenda pihak lainnya.
  • Yang kedua bentuk kontravensi yang sederhana ialah, contohnya seperti mengambil hak orang lain dalam berbicara, mengumpat orang lain, mencerca, melakukan fitnah, atau meminta suatu pembuktian kepada orang lain.
  • Yang ketiga bentuk dari kontravensi yang sangat intensif ialah mencakup adanya sebuah penghasutan, menyebarkan desas-desus, atau membuat orang lain merasa kecewa.
  • Yang keempat bentuk dari Kontravensi yang bersifat sangat rahasia, misalnya ialah seperti mengumbar-umbarkan rahasia orang lain dan melakukan pengkhianatan.
  • Yang kelima bentuk dari Kontravensi selanjutnya bersifat taktis contohnya ialah seperti mebuat lawan merasa kaget, menakuti-nakuti atau membuat lawa menajdi pusing.

Dampak Kontravensi

Di bawah ini terdapat pejelasan mengenai dampak yang ditimbulkan dalam kontrovensi ini, baik bersifat positif maupun negatif, yakni seperti berikut ini.

Dampak Positif

Di bawah ini terdapat Akibat atau dampak positif dari adanya kontrovensi, sehingga dapat akan mendorong adanya keteraturan sosial ditengah masyarakat ;

  • Pada suatu perosalan yang didiskusikan secara ilmiah, dan berbagai seminar mengenai suatu permasalahan tertentu, dalam hal ini adanya sebuah perbedaan pendapat justru malah dinginkan agar dapat melihat setiap kelemahan dari suatu pendapat sehingga nantinya bisa dapat ditemukan sebuah pendapat atau semua pilihan dalam proses berlangsungnya ilmiah.
  • Kemudian menyerahkan rasa mempunyai, hal ini disebabkan dengan adanya suatu kontrovensi prilaku yang terdapat di dalam inividu maupun kelompok yang secara tidak langsung mengarahkan kesukaannya akan budaya, dan juga kondisi yang ada di dalam masyarakat.
  • Kemudian menyerahkan kesatuan yang utuh (solidaritas), biasanya keadaan seperti ini akan berlangsung pada kontrovensi apabila adanya kesatuan yang di peroleh dalam bentuk kontravensi berkelompok.
  • Kemudian kontrovensi juga adapat memberi suatu dorongan dalam perubahan sosial, dimana dengan adanya kontrovensi maka akan dapat merubah suatu kebijakan.
Baca Juga :  Contoh Soal Perbandingan

Dampak Negatif

Akibat atau dampak negatif dari adanya kontrovensi ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  • Dapat menimbulkan hilangnya kepercayaan dalam masyarakat,hal dapat terjajdi karena disebabkan dengan adanya kontravensi yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Dengan adanya kontrovensi sehingga mendorong adanya sebuah konflik sosial, sehingga akhirnya dengan adanya keadaan ini mengakibatkan adanya perkelehian di tengah masyarakat.
  • Dengan adanya kontrovensi ini maka proses mobilitasisi di masyarakat akan mengali hambatan, Dimana diberlangsungkannya proses ini merupakan hal yang begitu penting , sebab hal ini bertujuan untuk memberikan dorongan agar kelompok masyarakat bisa mengalami kemajuan.

Mengapa Kontravensi Muncul?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kontravensi:

  1. Perbedaan Pendapat: Manusia memiliki latar belakang, pandangan, dan pengalaman yang berbeda-beda, yang bisa menghasilkan perbedaan pendapat. Ini bisa berkaitan dengan pemahaman tentang suatu isu, nilai-nilai yang dipegang, atau tujuan yang ingin dicapai.
  2. Keterbatasan Informasi: Keterbatasan informasi atau pemahaman yang tidak lengkap tentang suatu isu bisa menyebabkan pandangan yang berbeda-beda. Ketika individu atau kelompok hanya memiliki sebagian informasi, mereka mungkin memiliki interpretasi yang berbeda tentang situasi tersebut.
  3. Persaingan dan Kepentingan: Dalam beberapa kasus, persaingan untuk sumber daya atau kepentingan yang berbeda dapat menghasilkan kontravensi. Entitas atau kelompok dengan tujuan yang berbeda-beda dapat terlibat dalam perselisihan untuk mencapai apa yang dianggap penting bagi mereka.
  4. Perbedaan Budaya dan Nilai: Kontravensi sering kali muncul ketika nilai-nilai budaya yang berbeda bertabrakan. Pandangan yang tumbuh dari latar belakang budaya yang berbeda dapat menghasilkan konflik dan perselisihan.

Mengelola Kontravensi Secara Konstruktif

Mengelola kontravensi secara konstruktif adalah kunci untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positifnya:

  1. Berpikir Kritis: Berpegang pada pendekatan berpikir kritis membantu dalam mengevaluasi argumen dan data yang ada, sehingga mendorong diskusi yang produktif.
  2. Empati: Berusaha memahami pandangan orang lain dengan empati membantu mengurangi konfrontasi dan membangun dialog yang saling menghormati.
  3. Keterbukaan terhadap Pembelajaran: Siap untuk mengubah pandangan jika ada bukti atau argumen yang kuat mempengaruhi pemahaman kita.
  4. Dialog Terbuka: Membuka kanal komunikasi yang jujur dan terbuka membantu mengurangi ketegangan dan menciptakan ruang untuk diskusi yang mendalam.
  5. Mencari Titik Persamaan: Identifikasi titik-titik persamaan atau tujuan bersama yang dapat menjadi dasar kerjasama.
Baca Juga :  Stereotip Adalah

Akar Penyebab Kontravensi

Kontravensi dapat muncul dari berbagai akar penyebab, termasuk:

1. Perbedaan Nilai dan Keyakinan

Perbedaan dalam nilai-nilai dan keyakinan antara individu atau kelompok seringkali menjadi pemicu kontravensi. Misalnya, perbedaan pandangan dalam hal agama, etika, atau moralitas bisa memicu perdebatan yang intens.

2. Persaingan dan Kepentingan

Kompetisi untuk sumber daya, kekuasaan, atau pengaruh sering kali menghasilkan kontravensi. Di tingkat individu, ini bisa menjadi persaingan dalam lingkungan kerja atau dalam relasi sosial. Di tingkat nasional atau internasional, konflik ekonomi atau politik bisa timbul karena perbedaan kepentingan.

3. Perbedaan Budaya dan Identitas

Perbedaan dalam budaya, bahasa, atau identitas seringkali memicu kontravensi dalam bentuk diskriminasi, ketidaksetaraan, atau prasangka. Konflik budaya juga bisa muncul dalam isu-isu seperti migrasi dan multikulturalisme.

4. Inovasi dan Perubahan Sosial

Ketika perubahan sosial atau inovasi diusulkan atau diimplementasikan, kontravensi bisa muncul di antara mereka yang mendukung perubahan dan mereka yang merasa terancam olehnya. Contohnya adalah kontravensi di sekitar teknologi baru, perubahan kebijakan, atau reformasi sosial.

Contoh Kontravensi Dalam Masyarakat

Adapun Contoh yang bisa digambarkan dengan adanya hal ini dalam masyarakat, contohnya seperti adanya peristiwa yang terjadi dengan adanya unjuk rasa oleh para buruh di salah satu pabrik.

Kemudian tujuan dari adanya ujuk rasa tersebut dilakukan demi upaya membahas mengenai sebuah kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan harapan semua para buruh.

Dalam hal ini dapat kita simpulkan bahwa faktor Penyebab adanya kontrovensi ini didukungan dengan adanya suatu kebijakan, maka upaya yang diambil yakni dengan cara mengakomodir jumlah masa.

Contoh Kontravensi di Lingkungan Sekolah

Kemudian mengenai Contoh dari suatu peristiwa yang termasuk dalam hal ini di sekolah, sebagai lembaga pendidikan.

Contohnya seperti adanya suatu perbedaan dalam berpendapat yang saat ini sudah sangat sering terjadi dimana ketika anatara para pelajar sedang melakukan tugas diskusi.

Kemudian dalam pelaksanaan diskusi yang dilangsungkan oleh para pelajar tersebut secara umum akan menuai sebuah berpedaan dari masing-masing individu yang terbilang cukup sengit.

Namun walaupun demikian pada kontravensi ini dapat dikategorikan sebagai golongan kontrovensi yang bersifat positif, sebab di dalmnya memberikan stimulus suatu kepercayaan terhadap diri dari masing-masing para pelajar.

Contoh Kontravensi Dalam Agama

Kemudian Contoh yang selanjutnya ialah, tentang hal ini dalam agama. Contohnya seperti adanya suatu peristiwa dalam menetapkan diberlangsungkannya Hari Raya Idul Fitri.

Kemudian dalam ditetapkannya di Bulan Syawal, yang mana banyak dari sesama umat Islam menantikan hasil keputusan dari penetapan tersebut.

Namun hal tersebut tentunya akan terjadi suatu perbedaan, maka dengan adanya keadaan ini bisa dikategorikan sebagai salah satu contoh dari adanya kontrovensi dalam agama. 

Demikianlah materi pembahasan kali ini, mengenai kontrovensi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

ArtikelLainnya :