Kingdom Animalia – Pengertian, Ciri, Jenis, Klasifikasi dan Contoh

Posted on

Dalam keajaiban alam semesta ini, ada satu kerajaan yang penuh dengan keanekaragaman makhluk hidup yang menakjubkan. Kerajaan ini dikenal sebagai Kingdom Animalia atau dunia binatang. Di dalam Kingdom Animalia, kita menemukan berbagai jenis makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri khas dan perilaku yang beragam. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Kingdom Animalia, termasuk ciri-ciri, klasifikasi, adaptasi, dan peran pentingnya dalam ekosistem.

Pengertian Kingdom Animalia

Kingdom Animalia
Kingdom Animalia

Kingdom Animalia ialah merupakan suatu klasifikasi taksonomi organisme yang tidak memiliki dinding sel serta kloroplas dan karena itu tergantung pada organisme lain untuk makanan mereka.

Organisme yang tergolong dalam kingdom animalia ialah eukariota. Kingdom animalia ialah hewan yang bentuk organisme aukariotik yaitu organisme dengan sel komplek yang multiseluler.

Sangat berbeda dengan tumbuhan yang melakukan fontosintetis untuk membuat makanan sendiri. Hewan akan mencari makanannya sendiri dan dicerna ke dalam tubuh membutuhkan oksigen dan karbondioksida sebagai zat sisa.

Hewan memiliki banyak sel otot untuk pergerakan dan sel saraf untuk merespon sekitar sehingga hewan tidak memiliki dinding sel. Organisme multiseluler dalam bentuk dewasa dan memiliki rancangan tubuh komplek sebagai organisme.

Kingdom animalia terdiri dari organisme multiseluler, eukariota heterotrofik yang mengasimilasi makanan di luar sel dan nutrisi yang dicerna dan diserap ke dalam tubuh.

Ciri-Ciri Kingdom Animalia

Kingdom Animalia merupakan salah satu dari lima kerajaan dalam sistem klasifikasi makhluk hidup. Makhluk-makhluk dalam Kingdom Animalia memiliki ciri-ciri umum yang membedakan mereka dari makhluk hidup di kerajaan lain. Beberapa ciri-ciri umum Kingdom Animalia adalah:

  1. Multiseluler: Semua makhluk dalam Kingdom Animalia terdiri atas banyak sel yang memiliki tugas dan fungsi khusus. Kehidupan multiseluler ini memungkinkan makhluk-makhluk ini untuk memiliki sistem organ yang kompleks.
  2. Heterotrof: Makhluk-makhluk dalam kerajaan ini tidak dapat membuat makanan mereka sendiri melalui proses fotosintesis seperti tumbuhan. Sebagai gantinya, mereka harus memperoleh nutrisi dari makhluk hidup lain atau bahan organik yang telah terurai.
  3. Bergerak Aktif: Mayoritas makhluk dalam Kingdom Animalia memiliki kemampuan untuk bergerak aktif. Beberapa dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam mencari makanan, berlindung, atau berkembang biak.
  4. Reproduksi Seksual: Kingdom Animalia umumnya bereproduksi secara seksual, di mana sel-sel reproduksi dari dua individu yang berbeda bergabung untuk membentuk keturunan baru.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Berikut ini merupakan klasifikasi kingdom animalia yang vetebrata tidak mempunyai tulang belakang dan mempunyai tulang belakang:

Vetebrata

Dibawah ini terdapat beberapa vetebrata filum yakni  Porifera, Coelenterata, Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.

Invertebrate

invertebrate adalah hewan h ewan multiseluler dengan tubuh berpori, jaringan yang belum terbentuk, memiliki rangka serta saluran air.

Baca Juga :  Metafase

Cenderung hewan air laut memperoleh makanannya dari air yang masuk ke pori-pori. Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi. Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.

Coelenterata

Coelenterate adalah hewan multiseluler diploblastik yang tubuhnya telah terbentuk jaringan, berbentuk polip atau medusa dengan tentakel berpenyengat, memiliki rongga pencernaan, system saraf sederhana dan tidak memiliki system ekskresi.

Adanya tentakel yang digunakan untuk menagkap mangsa. Coenlenterata adalah hewan laut dan bereproduksi dengan pembentukan tunas oleh polip (gamet oleh medusa atau polip)

Platyhelminthes

Platyhelminthes adalah hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, memiliki system saraf, system pencernaan dengan satu lubang, tidak memiliki system sirkulasi, respirasi dan ekskresi.

Hidupnya bisa di air tawar dan air laut. Bereproduksi dengan seksual secara sendiri atau silang, reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenerasi. Hewan ini adalah hewan parasit.

Nemathelminthes

Nemathelminthes adalah hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral berbentuk bulat panjang dilapisi kutikula dengan system pencernaan lengkap, system sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki system respirasi dan ekskresi. Hidupnya bebas ata parasit di tanah yang basah, sawah, rawa bahkan bebas di air laut. Hewan ini parasite bagi hewan, manusia atau tumbuhan.

Annelida

Annelida adalah hewan triploblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, system pencernaan lengkap, system sirkulasi, system saraf tangga tali yakni sistem saraf.

Hewan ini yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring dan tali saraf yang menembus segmen tubuh serta memiliki system ekskresi.

Annelida tidak memiliki system respirasi, bersifat hemafrodit atau gonokoris alat kelamin jantan betina. Hidup pada perairan bebas tawar, laut, lembab, rawa, lembab atau parasit.

Mollusca

Mollusca ialah merupakan suatu hewantriploblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak, hidup bebas di laut, air tawar maupun darat.

Bercangkang, tubuh terdiri dari kaki, sistem percernaan yang lengkap, respirasi dengan insang atau rongga mantel. Hidup tempat lembab. Memiliki alat kelamin masing-masing jantan dan betina.

Invertebrata

Invertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki vertebrae atau tulang belakang memanjang pada bagian dorsal (punggung) kepala hingga ekor. Berikut ini adalah hewan vetebrata:

Pisces

Pieces atau ikan memliki tulang punggung belakang. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya. Pisces ialah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air tempat hidupnya. Bagian luar tubuhnya dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Ikan bernafas menggunakan insang.

Amfibi

Amfibi ialah merupakan suatu hewan yang hidup di air maupun di darat. Hewan amfibi adalah katak, yang bernafas menggunakan paru-paru dan kulit. Pada saat menjadi kecebong maka pernafasan menggunakan insang.  Jika hendak bertelur maka katak akan mencari air.

Reptilia

Reptil adalah hewan vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptile ini misalnya ular, buaya, kadal, kura-kura, cicak. Hewan ini sangat mudah dalam beradaptasi dengan sekitar.

Baca Juga :  Indra Pendengaran - Penjelasan, Cara Kerja, Bagian dan Fungsi

Aves

Aver atau burung adalah hewan yang memiliki bulu pada tubuhnya. Adanya sayap untuk berpindah tempat atau terbang.burung adalah contoh hewan berdarah panas. Hewan ini memiliki kantung hawa berfungsi untuk terbang, mengatur keseimbangan.

Mammalia

Msmmalia adalah hewan berbulu atau berambut. Mammalia adalah hewan yang berkembang biak dengan melahirkan. Kecuali platypus bertelur.

Contoh Representatif Makhluk Hidup Kingdom Animalia

Kingdom Animalia mencakup berbagai jenis makhluk hidup yang sangat beragam. Berikut adalah beberapa contoh representatif dari Kingdom Animalia:

  1. Mamalia:
    • Gajah: Mamalia besar yang dikenal karena belalainya yang panjang dan kecerdasannya.
    • Singa: Karnivora besar yang merupakan predator puncak di sebagian besar habitatnya.
    • Anjing: Hewan peliharaan yang setia dan cerdas, merupakan bagian dari keluarga Canidae.
    • Lumba-lumba: Mamalia laut cerdas yang dikenal dengan kemampuan berenang dan melompat di permukaan air.
  2. Burung:
    • Elang Bald: Burung pemangsa yang memiliki kepala botak dan memiliki penglihatan tajam.
    • Kolibri: Burung kecil yang dikenal dengan sayap berdenyut cepat dan kemampuan terbang stabil di udara.
    • Merpati: Burung yang sering dijadikan simbol perdamaian dan keramahan.
  3. Amfibi:
    • Katak: Amfibi yang memiliki kulit lembut dan melompat untuk bergerak.
    • Salamander: Amfibi yang umumnya hidup di daerah yang lembap dan memiliki kemampuan regenerasi.
  4. Reptil:
    • Buaya: Reptil karnivora besar yang hidup di perairan tawar atau payau.
    • Kura-kura: Reptil berkaki empat dengan cangkang pelindung yang menutupi tubuhnya.
    • Ular: Reptil tidak berkaki yang memiliki berbagai macam ukuran dan perilaku, ada yang berbisa dan tidak.
  5. Ikan:
    • Hiu: Ikan karnivora dengan tubuh berbentuk torpedo dan insang untuk bernapas.
    • Gurita: Cephalopoda laut dengan lengan panjang yang memiliki kemampuan untuk menyembunyikan diri.
    • Koi: Ikan hias populer yang berasal dari Jepang.
  6. Serangga:
    • Lebah: Serangga yang mengumpulkan nektar dan memainkan peran penting dalam penyerbukan tumbuhan.
    • Kupu-kupu: Serangga yang memiliki sayap berwarna-warni dan mengalami metamorfosis lengkap.
    • Semut: Serangga sosial yang hidup dalam koloni yang terstruktur.
  7. Molluska:
    • Siput: Molluska yang memiliki cangkang spiral yang melindungi tubuhnya.
    • Kerang: Molluska dengan cangkang yang datar dan umumnya hidup di laut.
    • Cumi-cumi: Molluska laut yang memiliki tentakel dan kemampuan berenang cepat.
  8. Arthropoda:
    • Kumbang: Serangga dengan berbagai bentuk tubuh dan peran ekologis yang penting.
    • Laba-laba: Arachnida dengan delapan kaki dan kemampuan menghasilkan benang sutra.
    • Udang: Krustasea yang hidup di air tawar atau laut dan memiliki cangkang keras.

Setiap contoh di atas mewakili bagian dari kekayaan Kingdom Animalia yang luar biasa, menunjukkan adaptasi unik mereka terhadap lingkungan dan peran penting mereka dalam ekosistem global.

Kesimpulan

Kingdom Animalia adalah salah satu kekayaan alam yang luar biasa, menampilkan keanekaragaman dan keajaiban makhluk hidup. Dari serangga yang kecil hingga mamalia yang besar, setiap makhluk memiliki peran unik dalam ekosistem global. Melalui pemahaman dan upaya konservasi yang berkelanjutan, kita dapat memastikan bahwa kerajaan ini terus memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.