Fungsi Endometrium

Posted on

Fungsi Endometrium – Setelah sebelumnya kabarkan.com telah menerangkan materi tentang Fungsi Vakuola. Maka dikesempatan kali ini kembali akan kabarkan.com terangkan lagi materi berikutnya yakni tentang fungsi endometrium dengan disertakan pengertian, bagian, ukuran, struktur dan gambar. Untuk itu, yuk mari kita simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Endometrium 

Fungsi Endometrium
Fungsi Endometrium

Apa yang dimaksud degan Endometrium? yakni merupakan suatu selaput lendir dan tersusun atas tiga lapisan.

Yang mana lapisan tersebut ialah stratum basale, stratum compactum, dan stratum spongiosum. 

Kemudian pada Endometrium ialah merupakan sebuah lapisan yang terletak di dalam rahim.

Lalu pada Lapisan endometrium akan mengalami pengentalan pada saat seorang wanita akan masuk dan mengalami siklus menstruasi dan apabila dalam proses pembuahan tidak berhasil, maka akan tumpah dengan melalui proses menstruasi.

Pada bagian yang ditumpahkan keluar ialah berjenis lapisan dangkal. Apabila dalam pembuahan tidak berhasil, maka endometrium akan berjalan keluar dengan melalui proses yang disebut sebagai “desidualisasi,” dimana rahim siap untuk memungkinkan implantasi embrio.

Fungsi Endometrium

Kemudian Endometrium juga ialah merupakan suatu lapisan ovarium yang berada di dalam (organ reproduksi wanita) dan mempunyai fungsi sebagai lapisan uterus, yakni guna mencegah adanya perlengketan di antara dinding yang saling berseberangan dengan miometrium, sehingga ia nantinya akan mempertahankan patensi rongga uterus tersebut.

Kemudian selama berlangsungnya siklus menstruasi atau disebut dengan siklus estrus tersebut, maka endometrium akan mengalami pertumbuhan hingga menjadi sebuah lapisan jaringan seperti kelenjar yang berbentuk sangat tebal serta kaya akan pembuluh darah.

Maka dalam hal Ini merupakan suatu lingkungan yang dibilang optimal untuk proses implantasi blastokista setelah kedatangannya di uterus.

Dimna pada Endometrium ialah merupakan sebuah pusat, dari echogenic yakni bisa (terdeteksi menggunakan ultrasound scanner), dan mempunyai ketebalan berkisar 6,7 ​​mm.

gambar endometrium
gambar endometrium

Kemudian pada saat dalam menjalani proses kehamilan, maka pada kelenjar dan pembuluh darah tersebut yang terdapat di endometrium akan mengalami suatu peningkatan dalam ukuran dan jumlahnya.

Sehingga pada ruang vaskular akan salaing menyatu dan menjadi saling berhubungan, hingga dapat membentuk plasenta, yang memasok oksigen dan nutrisi ke embrio dan janin.

Siklus Endometrium

Pada lapisan endometrium akan mulai mengalami regenerasi siklik. Dimana pada panusia, lalu kera, dan beberapa spesies lainnya yang dapat menampilkan siklus menstruasi, dan untuk sebagian besar jenis mamalia lainnya hanya akan mengalami siklus estrus.

Maka dalam kedua kasus tersebut, pada mulanya endometrium berproliferasi di bawah pengaruh estrogen.

Akan tetapi, setelah terjadinya ovulasi, maka ia akan mengalami (khususnya korpus luteum) sehingga dapat mendapatkan hasil dalam jumlah progesteron yang jauh lebih besar.

Baca Juga :  Fungsi Tulang Belakang dan Sumsum Tulang Belakang

Dalam hal ini membuat suatu perubahan terhadap pola proliferatif endometrium menjadi lapisan sekresi.

Kemudian pada akhirnya, membuat lapisan sekretorik tersebut menyediakan lingkungan yang ramah guna satu atau bahkan lebih blastokista.

Kemudian setelah proses pembuahan, maka selanjutnya telur akan dapat berimplantasi menuju ke dinding rahim dan menjadikannya sebuah umpan balik menuju ke tubuh dengan cara human chorionic gonadotropin (HCG).

Kemudian setelah HCG menyerahkan umpan balik yang selanjutnya selama pada masa kehamilan dengan cara menjaga korpus luteum, yang nantinya akan meneruskan perannya dan kemudian melepaskan progesteron dan estrogen.

Kemudian pada lapisan endometrium baik dengan cara diserap kembali atau disebut (siklus estrus) atau atau dengan gudang yakni (siklus menstruasi).

Maka dengan kasus terakhi ini, Membuat proses peluruhan pemecahan lapisan terlibat, sehingga membuat robekan yang terjadi di dalam pembuluh darah kecil konektif, dan juga hilangnya jaringan dan darah yang telah membentuknya melalui vagina.

Pada proses ini berlangsung selama berhari-hari. Pada saat dalam menstruasi yang kemudian dengan disertai dari serangkaian kontraksi uterus; sehingga dapat membantu untuk mengusir endometrium menstruasi.

Di dalam manusia, pada siklus membangun dan melepaskan lapisan endometrium dapat berlangsung hingga 28 hari.

Namun pada endometrium akan tumbuh dan berkembang dengan tingkat yang tentunya akan berbeda seperti hal nya pada mamalia.

Dalam ksus ini banyak faktor yang mempengaruhinya termasuk musim, lulu iklim, atau bisa karena disebabkan oleh adanya stres sehingga dapat mempengaruhi perkembangannya.

Dengan berdasarkan peranannya diaman pada endometrium itu sendiri akan dapat menghasilkan sebuah hormon tertentu dengan menggunakann berbagai fase siklus maak dengan hal ini bisa mempengaruhi bagian lain dari sistem reproduksi.

Kanker Endometrium

  • Kanker endometrium tipe 1. Tipe kanker endometrium yang paling umum terjadi. Perkembangan sel kanker pada tipe ini terjadi secara perlahan (non-agresif) dan dapat terdeteksi sejak dini.
  • Kanker endometrium tipe 2. Tipe kanker endometrium yang sifatnya lebih agresif, sehingga perkembangan dan penyebaran sel kanker terjadi lebih cepat

Penyebab Kanker Endometrium

Setelah kita membahas fungsi dan siklusnya, maka kali sebuah penyakit yang kerap menyerangnya, yakni kanker endometrium dimana hingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab tumbuhnya gejala atau penyakit ini.

Akan tetapi, ada sebuah faktor lain yang dapat menyebabkan tumbuhnya penyakit ini yakni, Dengan adanya ketidakseimbangan pada hormon progesteron dan estrogen yang terdapat di dalam tubuh khusunya wanita sehingga diduga menjadi salah satu penyebab adanaya kanker endometrium ini.

Dengan kadar hormon progesteron yang terbilang sangat rendah apabila dibandingkan dengan hormon estrogen maka dengan hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya suatu penebalan pada lapisan rahim.

Baca Juga :  Otot Jantung

Sehingga apabila pada penebalan terus berlangsung, maka dalam sel kanker akan mulai tumbuh dan berkembang dengan seiring waktu.

  • Apabila sudah mulai memasuki masa menopause.
  • Mulai Memasuki masa menstruasi pada usia yang terbilang terlalu dini (<12 tahun) atau pada masa menopause lebih lambat jika dibandingkan wanita pada umumnya yakni (>50 tahun).
  • Belum pernah mengalalmi kehamilan.
  • Mengalami Obesitas
  • Sudah pernah melakukan terapi hormon tamoxifen, terutam bagi si penderita kanker payudara.
  • Dalam atau pernah menderita sindrom (HNPCC).

Gejala Kanker Endometrium

Pada umumnya gejala yang kerap ditimbulakan dari penyebab kanker endometrium ialah adanya perdarahan yang terjadi pada bagian vagina. Kemudian timbulnya gejala ini umumnya pada saat sudah mulai menderita penyakit kanker tersebut yakni pada fase stadium awal.

Akan tetapi , adanya perdarahan juga terkadang mempunyai tanda yang berbeda hal tersebut tergantung apakah pasien sudah menopause atau belum. Maka apanbila si pasien belum mengalami masa menopause, maka pada perdarahan terjadai di vagina tersebut ditandai dengan:

  • Suatu darah yang umum dikeluar bagi seorang wnita yang sedang mengalami menstruasi hal tersebut berlangsung biasanya selama (lebih dari 7 hari).
  • kemudian mulai timbul bercak darah di luar masa menstruasi.
  • Kemudian Siklus menstruasi yang berlangsung setiap 21 hari atau lebih cepat.
  • Kemudian dapat juga terjadi sebelum atau setelah berhubungan seksual.

Pencegahan Kanker Endometrium

Semua penyakit kanker ini belum dapat ditemukan pencegahannya, akan tetapi terdapat cara yang bisa dikerjakan agar dapat menurunkan risikonya.Yakni sebagai berikut:

  • Selallu rutin dalam melakukan pemeriksaan organ reproduksi misalnya, seperti pemeriksaan panggul dan pap smear.
  • Lebih dipertimbangkan apabila memakai pil KB. Maka sanagat dianjurkan dapat memakai alat kontrasepsi oral paling singkat selama 1 tahun, maka dengan demikian bisa mengurangi risiko kanker endometrial.
  • Selalu perhatikan serta jaga berat dan dianjurfkan mempunyai berat badan yang ideal, sebab obesitas bisa mengakibatkan adanya risiko kanker endometrium.
  • Selalu berolahraga dengan rutin. Selalu upayakan agar proses olahraga berlangsung selama 30 menit setiap hari.
  • Selalu shering serta diskusikankanlah risiko dan manfaat terapi hormon setelah menopause.
Apa yang dimaksud dengan Endometrium?

yakni merupakan sebuah selaput lendir dan tersusun atas tiga lapisan.

Sebutkan 3 Penyusun endometrian?

Yakni stratum basale, stratum compactum, dan stratum spongiosum. 

Demikianlah materi pembahasan kita kali ini mengenai fungsi endometrian, semoga artikel kali ini dapat bermnfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :