Porifera

Posted on

Porifera – Setelah sebelumnya kami telah menyampaikan materi tentang Fagositosis. Maka pada pertemuan kali ini akan kembali kami sampaikan materi tentang Porifera – Struktur Tubuh, Filum, Klasifikasi, Gambar dan Contoh Nah untuk lebih jelasnya simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Porifera

Porifera
Porifera

Apa yang dimaksud dengan Porifera yakni merupakan sebauh filum dari kingdom animalia atau biasa dikenal dengan sebutan Hewan Spons.

Kemudian Porifera ialah termasuk dalam kelompok hewan yang multiseluler (jenis hewan yang tersusun dari banyak sel) yang sangat sederhana.

Dimana istila Kata Porifera terdiri dari 2 kata, yakni“porus” yang memiliki arti sebagai rongga, sedangkan“ferre” yang berarti memiliki, sehingga secara bahasa istilah porifera dapat dimaknai dengan hewan yang mempunyai rongga.

Akan tetap walaupun begitu, jenis filum ini sangat sulit dikenali sebagai salah satu kelompok hewan sebab ia tidak mempunyai kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya.

Kemudian banyak juga yang kerap menyebutkan bahwa jenis filum ini merupakan salah satu kelompok kingdom tumbuhan.

Dimana Porifera juga banyak yang mengenal sebagai Kingdom Parazoa, yang mana kata“para” yang artinya di samping sedangkan zoa artinya hewan, nah dengan pengelompokkan tersebut bisa terjadi disebab karena banyak yang beramsumsi bahwa porifera belum mempunyai bentuk hewan yang sempurna, selain itu ia juga belum mempunyai jaringan sejati.

Kemudian dari ukuran tubuh pada hewan ini sangat beragam, mulai dari berukuran hanya seperti sebutir beras hingga bahkan bisa mencapai ketinggian 2 meter.

Selain itu pada Porifera secara umum kelangsungan hidupnya selalu berkoloni dan biasanya menempel di dasar perairan yang dangkal.

Ciri – Ciri Porifera

  • Pada bagian tubuh porifera terdapat pori-pori mikroskopis.
  • Mempunyai dua tahap dalam kelangsungan hidupnya yakni polip (dapat berenang bebas) dan juga sesil (tempat hidup menetap).
  • Merupakan salah satu jenis hewan multiseluler dan tidak mempunyai jaringan sejati.
  • Tidak mempunyai sistem atau bagian organ pencernaan, sistem saraf dan juga sistem peredaran darah.
  • Tempat hidupnya biasanya menempel didasar perairan yang
    diploblastik hal ini dapat terjadi sebab jenis hewan terdiri dari dua lapisan embryonal yakni lapisan eksoderm dan juga mesoderm.
  • Sistem pencernaannya dengan secara intra seluler.
  • Pada bagian tubuhnya membentuk simetri radial, kemudian selain itu bentuk tubuhnya juga sangat beragam, ada yang membentuk seperti sebuah jamban, terompot maupun piala.

Struktur Tubuh Porifera

Porifera
Porifera

1. Lapisan Endodermis (Lapisan Dalam)

Pada lapisan merupakan sebuah lapisan dalam yang hanya tersusun oleh satu sel, yakni sel koanosit. Namun selain itu padalLapisan ini juga ada sebuah spikula yang terbentuk atas ari skleroblas.

Nah dengan lapisan inilah yang membuat tubuh semakin lebih kuat dan kokoh tubuh baik dari dalam dan bahkan ia mampu bertahan hingga mencapai usia ratusan tahun. Dimana pada Spikula ini terdiri atas kalsium karbonat dan silica

Baca Juga :  Bagian Mata

2. Lapisan Mesenkim (Lapisan Tengah)

Kemudian pada Lapisan tengah ini letak berada diantara kedua lapisan endordermis dan ektodermis. Dimana pada lapisan ini terbentuk dari mesoglea, yakni merupakan suatu zat yang memiliki sifat koloid.

3. Lapisan Ektodermis (Lapisan Luar)

Nah pada lapisan luar /Ektodermis ini terdiri dari satu sel saja, yakni sel pinosit.

Dimana letak pada sel pinosit ini berada diluar, yang sangat berperan sebagai dinding pelindung tubuh dari berbagai jenis serangan dari luar.

Nah untuk struktur tubuh porifera sendiri dengan berdasarkan dari bentuknya, dapat dibedakan atas 3 kelompok yang diantaranya ialah :

  • Tipe Ascon

Apa itu Tipe Ascon ? yakni merupakan suatu porifera yang mempunyai stuktur tubuh yang sangat sederhana, dan merupakan sebauh tempat masuknya air atau ostium yang secara langsung terhubung dengan rongga tubuh dan juga dapat langsung keluar dengan melalui oskulum.

  • Tipe Sicon

Apa itu Tipe Sicon? merupakan salah satu tipe profera yang mempunyai struktur tubuh yang sedikit komplek, yang mana ia juga merupakan sebauh tempat untuk masuknya air atau ostium dan terhubung dengan saluran inkuren, lalu diantarkan menuju saluran radiar kemudian setelah itu baru ia akan masuk kes pongsol dan akan keluarkan kembali dengan melalui oskulum.

  • Tipe Leocun

Apa itu Tipe Leocun ? yakni merupakan salah satu jenis porifera yang mempunyai stuktur tubuh sangat komplek, dan masih merupakan tempat dari masuknya air atau ostium yang terhubung secara langsung dengan rongga baru kemudian akan diantarkan menuju saluran yang telah dibatasi oleh sel koanosit.

Nah setelah itu baru akan masuk dan akan bermuara di salah satu tempat yang berbentuk seperti lingkaran yang mana tempat tersebut saling menghubungkan antara satu dengan yang lainnya, dan kemudian selepas itu akan masuk kembali ke spongosol dan akan di keluarkan dengan melalui oskulum.

Klasifikasi Porifera

1. Kelas Calcarae

Ciri-ciri hewan porifera untuk kelas calcarae, yaitu sebagai berikut :

  • Memiliki rangka yang berspikula kapur
  • Koanositnya besar
  • Habitatnya dilaut yang dangkal
  • Dapat melakukan perkembabangbiakan dengan secara vegetative dan generatif

Nah untuk Contoh hewan porifera yang ada dalam kelas calcarae adalah seperti misalnya

  • Scypha
  • Cerantia
  • Cerantrina
  • Sycon gelatinosum
  • Leucosolenia.

2. Kelas Hexactinellida

Kemudian Ciri-ciri yang dimiliki hewan porifera dalam kelas hexactinellida ialah pada rangkanya berspikula dan juga bersisik kemudian pada habitatnya biasanya kerap dijumpai dilautan dalam.

Selain itu bentuk pada tubuhnya berbentuk vas bunga dan memiliki warna pucat.

Nah untuk Contohnya ialah seperti

  • Sepertieuplectella
  • Hyalonema,
  • Pheronema.

3. Kelas Dengospongia

Kemudian untuk kelas demospongia memiliki berbagai tanda seperti berikut ini :

  • Tidak memiliki rangka, namun ada dari sebagian yang berangka nah pada rangkanya tersebut berasal dari kresik atau sponging atau merupakan hasil campuran dari keduanya
  • Ada diantara spesies yang mampu melakukan gerakan.
  • Habitanya hidupnya dilaut dangkal.
  • Memiliki bentuk tubuh yang tak beraturan dan bercabang.
  • Pada bagian tubuhnya berwarna cerah.
Baca Juga :  Fungsi Mikrofilamen

Sistem Organ Porifera

1. Sistem Pencernaan Makanan

Secara umum pada jenis hewan porifera yang mana sistem pencernaan makanannya berlangsung dengan secara intraseluler.

Yang Dimulai dari adanya pergerakan flagella yang berlangsung pada bagian leher sel yang kemudian menyebakan air dapat mengalir dari ostium hingga akan masuk ke spongol lalu takan menuju ke oskulum.

Dimana pada aliran air itu membantu dalam mengantarkan oksigen dan juga makanan yang berbentuk plankton yang kemudian akan diterima dan oleh sel-sel leher dan juga dicerna didalam vakuola.

2. Sistem Reproduksi

  • Reproduksi Seksual

Kemudian berlangsungnya Reproduksi seksual ini bisa dilakukan dengan cara pembentukan kuncup.

Dimana kuncup ini bisa dengan mudah untuk dilepas yang kemudian akan melekat, hingga ia akan membentuk suatu gerombolan besar.

Selanjutnya adalah pembentukan gemule (butir benih) atau disebut juga dengan kuncup dalam. Diaman pada Gemule tersebut dibuat denga sewdemikian rupa sehingga ia mampu bertahan mesti dalam keadaan lingkungan yang tidak bersahabat misalnya seperti saat terjadinya kekeringan atau sedang dalam musim dingin.

Kemudian jika porifera tersebut megalami kematian atau ia mengalami perpecahan maka ia akan terbagi menjadi beberapa bagian dan kemudian gemule itu akan keluar dan kemudian akan tumbuh menjadi porifera baru.

  • Reproduksi Aseksual

Nah dalam hal ini dapat berlangsung dengan cara saling menghubungkan ovum dengan sel sperma.

Diaman pada sel sperma tersebut akan keluar dari bagian dalam tubuh induknya dengan melewati oskulum dan secara bersamaan dengan aliran air.

Kemudian pada saat berada didalam spongcoel, kemudian sperma tersebut akan masuk kembali menuju ke koanosit dan juga amoebosit.

Sedangkan peran sel amoebosit sediri sangat berfungsi mengantarka sperma sehingga ia dapat masuk dan menuju sel telur didalam mesohil.

Selepas itu pada amoebosit dan juga sperma akan saling melebur diri mereka masing-masing dengan sel telur, nah dengan proses peleburan itulah sehingga dapat terjadi yang namanya pembuahan.

3. Sistem Saraf Porifera

Dimana Porifera ini adalah salah satu makhluk hidup yang tak memiliki sel sel saraf. Akan tetapi yang mengambil peranan dari fungsi sel saraf tersebut yakni digantikan dengan sel lain yang ada di dalam tubuhnya.

Nah dengan hal itu yang membuat porifera mampu melakukan suatu reaksi dengan lingkungan dan ia juga sangat peka terhadap sejumlah sentuhan walupun ia tidak memiliki sel saraf.

4. Sistem Pernafasan Porifera

Nah mengenai sistem pernafasan yang terjadi pada Porifera , dimana ia dapat bernafas dengan cara memasukkan air terlebih dahulu kedalam tubuhnya dengan melewati pori-pori.

Selanjutnya air itu akan dialirkan menuju ke rongga tubuh sehingga akan berlangsung sebuah pertukaran oksigen dengan karbon dioksida yang terjadi didalam tubuh.

Nah dalam berlangsungnya Proses pertukaran oksigen dengan karbon dioksida itu dapat dilakukan oleh sel koanosit.

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai Porifera – Struktur Tubuh, Filum, Klasifikasi, Gambar dan Contoh, semoga ulasan ini bisa bermanfaat.

Baca Juga :