Pemasaran Jasa – Pengertian, Faktor, Strategi, Jenis dan Fungsi

Posted on

Pemasaran jasa adalah proses merencanakan dan melaksanakan strategi untuk mempromosikan, mengkomunikasikan, dan menjual layanan kepada target audiens atau pelanggan. Ini melibatkan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, mengembangkan layanan yang relevan, dan menciptakan nilai serta kepuasan bagi pelanggan.

Pemasaran jasa melibatkan aspek-aspek seperti identifikasi target pasar, segmentasi pasar, pengembangan bauran pemasaran yang meliputi produk jasa, harga, promosi, dan distribusi. Karena jasa bersifat abstrak dan tidak dapat dipegang, pemasaran jasa sering kali menekankan pada pengalaman pelanggan, kredibilitas penyedia jasa, dan hubungan pelanggan yang baik.

Komunikasi dalam pemasaran jasa juga memainkan peran penting. Ini melibatkan menyampaikan informasi yang jelas tentang nilai, manfaat, dan kualitas layanan kepada pelanggan potensial. Selain itu, karena kepercayaan dan hubungan personal menjadi faktor kunci dalam pemasaran jasa, upaya sering dilakukan untuk membangun reputasi yang baik dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Secara keseluruhan, pemasaran jasa berfokus pada penawaran dan pengelolaan layanan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, menciptakan loyalitas, dan membangun citra positif bagi penyedia jasa di pasar.

Pengertian Pemasaran Jasa

Pemasaran Jasa - Pengertian, Faktor, Strategi, Jenis dan Fungsi
Pemasaran Jasa – Pengertian, Faktor, Strategi, Jenis dan Fungsi

Pemasaran (marketing) ialah suatu fungsi yang tak bisa diduga sebagai kegiatan tersendiri. Adanya klien (pelanggan) berpontensi yang ada keinginan atau kebutuhan, serta mampu dan mau terlibat dalam alterasi (pertukaran) yang telah disepakati dalam memenuhi keinginan atau kebutuhannya adalah pasar.

Sedangkan marketing jasa ialah satu tindakan yang dipasarkan dari produsen ke klien yang berbentuk jasa. Dimana jasa tersebut tak dapat diraba, didengar, dirasa dan dilihat tapi klien mendapatkan manfaatnya. Menurut para ahli dibawah ini mengenai pemasaran jasa sebagai berikut.

Rismiati

Marketing jasa ialah setiap manfaat atau fungsi yang dipasarkan produsen kepada klien ialah barang yang intangible (tak berwujud) dengan tak berakibat atas kepemilikan pada sesuatu.

Lauren K Wright

Marketing jasa ialah bentuk jasa dengan cara menyeluruh yakni dimana industri atau perusahaan mempunya suatu komunikasi dengan kliennya. Mulai melalui dari penagihan serta periklanan, hal ini mencakup komunikasi yang dibuat saat pemberian jasa.

Payne

Pemasaran jasa ialah fungsi ekonomi dimana memiliki jumlah unsur jumlah intangible, tetapi saling terikat pada interaksi kepada klien. Jasa sendiri ialah suatu kepuasan, aktivitas atau manfaat yang dipasarkan kepda klien. Contohnya pangkas rambut dan jenis lainnya.

Strategi Pemasaran Jasa

Strategi pemasaran jasa melibatkan langkah-langkah yang direncanakan untuk mempromosikan dan menghasilkan permintaan atas layanan yang ditawarkan kepada target pasar. Berikut adalah beberapa strategi pemasaran jasa yang umum digunakan:

  1. Segmentasi Pasar: Identifikasi dan pembagian pasar menjadi segmen yang lebih kecil berdasarkan karakteristik seperti demografi, perilaku, atau kebutuhan. Ini membantu dalam menyusun pesan dan taktik pemasaran yang lebih sesuai dengan setiap segmen.
  2. Pengembangan Bauran Pemasaran: Bauran pemasaran atau “marketing mix” melibatkan pengaturan elemen-elemen penting pemasaran, yaitu Produk (layanan), Harga, Promosi, dan Distribusi. Dalam konteks jasa, fokus khusus diberikan pada pengalaman pelanggan dan penyampaian layanan.
  3. Pengalaman Pelanggan: Karena sifat abstrak jasa, pengalaman pelanggan sangat penting. Menciptakan pengalaman yang positif, mudah, dan bermakna adalah bagian integral dari strategi pemasaran. Ini melibatkan aspek seperti interaksi pelanggan, lingkungan fisik, dan proses penyediaan layanan.
  4. Penggunaan Media Sosial: Media sosial adalah platform yang kuat untuk berinteraksi dengan pelanggan, membangun kesadaran merek, dan mengkomunikasikan nilai layanan. Konten yang relevan dan menarik dapat membantu memperluas jangkauan dan terlibat dengan audiens yang lebih luas.
  5. Hubungan Pelanggan: Memelihara hubungan yang kuat dengan pelanggan dapat membantu dalam mempertahankan loyalitas dan mendapatkan referensi dari mereka. Program loyalitas, umpan balik pelanggan, dan solusi khusus bagi pelanggan setia dapat menjadi bagian dari strategi ini.
  6. Pemasaran Konten: Menghasilkan konten yang informatif dan bermanfaat terkait dengan layanan yang ditawarkan dapat membantu dalam membangun otoritas dan kepercayaan di kalangan pelanggan potensial. Ini juga dapat membantu dalam meningkatkan visibilitas dalam pencarian online.
  7. Bekerja dengan Influencer: Jika relevan, bekerja sama dengan influencer atau individu terkenal dalam industri yang terkait dengan layanan Anda dapat membantu meningkatkan kesadaran merek dan mencapai audiens yang lebih besar.
  8. Penawaran Khusus dan Diskon: Penawaran khusus atau diskon sementara dapat merangsang minat pelanggan baru dan mendorong pembelian. Namun, penting untuk memastikan bahwa ini tidak merusak citra kualitas layanan Anda.
  9. Pemasaran Word-of-Mouth: Rekomendasi dari pelanggan yang puas adalah salah satu bentuk paling efektif dari pemasaran jasa. Mendorong pelanggan untuk berbicara tentang pengalaman positif mereka dapat membantu dalam membangun reputasi yang baik.
  10. Pemantauan dan Penyesuaian: Terus memantau kinerja strategi pemasaran Anda dan mengukur hasilnya. Jika diperlukan, lakukan penyesuaian untuk meningkatkan efektivitas dan respons pelanggan.

Setiap bisnis jasa dapat memilih strategi yang sesuai dengan karakteristik layanan mereka, pasar target, dan tujuan bisnis mereka. Kombinasi strategi di atas dapat membantu dalam mencapai tujuan pemasaran jasa yang sukses.

Jenis Jenis Pemsaran Jasa

Berikut adalah beberapa jenis pemasaran jasa yang umum digunakan:

  1. Pemasaran Langsung: Melibatkan komunikasi langsung dengan pelanggan potensial, seperti melalui panggilan telepon, surat, atau email. Ini memungkinkan penyedia jasa untuk secara pribadi berinteraksi dengan pelanggan dan menjelaskan nilai dan manfaat layanan.
  2. Pemasaran Digital: Melibatkan penggunaan platform online seperti situs web, media sosial, iklan online, dan konten pemasaran untuk mencapai dan berinteraksi dengan pelanggan potensial secara digital.
  3. Pemasaran Word-of-Mouth: Berfokus pada rekomendasi dari pelanggan yang puas kepada orang lain. Ini bisa terjadi secara alami atau didorong melalui program penghargaan atau insentif bagi pelanggan yang merujuk orang lain.
  4. Pemasaran Berdasarkan Hasil: Dalam pemasaran berbasis hasil, penyedia jasa menekankan pada manfaat yang dapat dicapai oleh pelanggan dengan menggunakan layanan mereka. Ini melibatkan menyoroti hasil konkret yang dapat diharapkan oleh pelanggan.
  5. Pemasaran Edukasi: Menyediakan informasi yang berharga kepada pelanggan potensial tentang masalah yang relevan dengan layanan yang ditawarkan. Ini membantu dalam membangun otoritas dan memperoleh kepercayaan pelanggan.
  6. Pemasaran Berdasarkan Kepercayaan: Fokus pada membangun kepercayaan pelanggan dengan menyoroti kredibilitas penyedia jasa, sertifikasi, ulasan positif, dan rekam jejak yang baik.
  7. Pemasaran Diferensiasi: Menekankan fitur unik atau perbedaan layanan Anda dibandingkan dengan pesaing. Ini membantu menciptakan posisi yang khas di pasar dan menarik pelanggan yang mencari sesuatu yang berbeda.
  8. Pemasaran Melalui Jaringan: Memanfaatkan hubungan dan jaringan yang ada untuk mempromosikan layanan Anda. Ini bisa melibatkan kemitraan bisnis, asosiasi industri, atau partisipasi dalam acara dan konferensi.
  9. Pemasaran Event: Melibatkan penyelenggaraan atau partisipasi dalam acara-acara khusus atau promosi untuk menarik perhatian dan minat pelanggan potensial.
  10. Pemasaran Kepuasan Pelanggan: Berfokus pada mempertahankan pelanggan yang sudah ada melalui layanan pelanggan yang unggul dan pengalaman positif, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pemasaran word-of-mouth positif.
  11. Pemasaran Emosi: Menghubungkan emosi pelanggan dengan layanan Anda. Ini melibatkan penciptaan cerita yang kuat dan menggugah emosi melalui pemasaran.
  12. Pemasaran Sosial dan Berkelanjutan: Menekankan pada tanggung jawab sosial dan lingkungan dari layanan Anda. Ini menciptakan citra positif dan menarik bagi pelanggan yang peduli dengan isu-isu tersebut.
Baca Juga :  Contoh Tanda Terima

Setiap jenis pemasaran memiliki keunikan dan kecocokan tertentu tergantung pada karakteristik layanan Anda, tujuan bisnis, dan preferensi pasar target Anda. Kombinasi yang tepat dari strategi pemasaran jasa dapat membantu Anda mencapai kesuksesan dalam menarik pelanggan dan membangun merek yang kuat.

Tujuan Lembaga Pemasaran Jasa

Tujuan lembaga pemasaran jasa dapat bervariasi tergantung pada jenis layanan yang ditawarkan dan sasaran bisnisnya. Berikut adalah beberapa tujuan umum yang mungkin dikejar oleh lembaga pemasaran jasa:

  1. Meningkatkan Kesadaran Merek: Tujuan utama dari pemasaran jasa adalah meningkatkan kesadaran tentang merek dan layanan yang ditawarkan di pasar. Hal ini menciptakan pengenalan dan familiaritas yang diperlukan di antara pelanggan potensial.
  2. Meningkatkan Penjualan dan Pendapatan: Pemasaran jasa bertujuan untuk mendorong konversi dari prospek menjadi pelanggan yang membayar. Dengan meningkatkan penjualan, lembaga pemasaran jasa dapat mencapai pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi.
  3. Meningkatkan Pangsa Pasar: Tujuan ini melibatkan mengambil bagian yang lebih besar dari pasar yang ada. Dengan menarik pelanggan dari pesaing atau menciptakan permintaan baru, lembaga pemasaran jasa dapat memperluas pangsa pasarnya.
  4. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan: Pemasaran jasa juga berfokus pada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Menciptakan pengalaman positif dan memberikan layanan unggulan dapat membantu dalam membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.
  5. Meningkatkan Reputasi dan Citra: Pemasaran jasa juga dapat diarahkan untuk membangun reputasi yang kuat dan citra positif di mata pelanggan. Ini membantu dalam memenangkan kepercayaan dan menghindari dampak negatif dari masalah atau kerusakan.
  6. Meningkatkan Interaksi Pelanggan: Pemasaran jasa dapat membantu dalam menghantarkan pesan kepada pelanggan secara efektif, memicu interaksi, dan memberikan jawaban atas pertanyaan atau kebutuhan mereka.
  7. Mengembangkan Hubungan Pelanggan: Salah satu tujuan penting adalah mengembangkan hubungan yang langgeng dengan pelanggan. Ini dapat membantu dalam menciptakan peluang untuk penjualan berulang dan rekomendasi.
  8. Menciptakan Nilai Pelanggan: Pemasaran jasa dapat membantu dalam menyoroti manfaat dan nilai yang diberikan oleh layanan kepada pelanggan. Ini membantu dalam membujuk pelanggan bahwa layanan tersebut sepadan dengan investasi mereka.
  9. Mengukur dan Meningkatkan Efektivitas: Pemasaran jasa juga berfungsi untuk memantau dan mengukur efektivitas kampanye dan strategi yang diimplementasikan. Dengan menganalisis hasil dan respons, lembaga pemasaran dapat menyesuaikan pendekatan mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik.
  10. Meningkatkan Keterlibatan Pelanggan: Pemasaran jasa seringkali mencoba melibatkan pelanggan dalam interaksi yang lebih mendalam dengan merek. Ini dapat melibatkan konten berharga, acara, komunitas online, dan sejenisnya.
  11. Mengikuti Perkembangan Industri: Dalam industri yang terus berubah, tujuan lembaga pemasaran jasa juga dapat termasuk dalam mengikuti tren dan perkembangan baru yang dapat memengaruhi cara layanan dipasarkan.

Semua tujuan ini dapat saling terkait dan mendukung pertumbuhan bisnis jasa secara keseluruhan. Tergantung pada fokus dan situasi bisnis Anda, tujuan-tujuan ini dapat disesuaikan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Fungsi Pemasaran Jasa

Fungsi pemasaran jasa melibatkan serangkaian tindakan dan tanggung jawab yang ditujukan untuk mempromosikan, mengkomunikasikan, dan memasarkan layanan kepada pelanggan. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari pemasaran jasa:

  1. Penetapan Harga: Menentukan harga yang tepat untuk layanan yang ditawarkan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya produksi, nilai bagi pelanggan, dan harga pesaing di pasar.
  2. Pengembangan Produk Layanan: Mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta mengembangkan layanan yang sesuai dengan permintaan pasar. Ini melibatkan penentuan fitur, kualitas, dan manfaat layanan.
  3. Promosi: Mempromosikan layanan kepada pelanggan potensial melalui berbagai saluran seperti iklan, pemasaran digital, acara khusus, kampanye promosi, dan media sosial.
  4. Distribusi dan Akses: Membuat layanan tersedia bagi pelanggan dengan cara yang nyaman dan efisien. Ini melibatkan perencanaan lokasi, aksesibilitas, dan distribusi layanan.
  5. Pengembangan Pasar: Mencari peluang untuk memasuki pasar baru atau memperluas jangkauan pasar yang ada. Ini mungkin melibatkan segmentasi pasar yang lebih baik atau memperkenalkan layanan baru untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.
  6. Penelitian Pasar: Mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang pasar, pelanggan, dan pesaing untuk mengidentifikasi tren, preferensi pelanggan, dan peluang bisnis.
  7. Segmentasi Pasar: Membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil berdasarkan karakteristik tertentu seperti demografi, perilaku, atau kebutuhan. Ini membantu dalam menyusun pesan pemasaran yang lebih relevan dan efektif.
  8. Pemasaran Konten: Membuat dan mendistribusikan konten yang informatif, relevan, dan bermanfaat kepada pelanggan potensial. Ini dapat membantu dalam membangun otoritas merek dan menarik perhatian pelanggan.
  9. Manajemen Merek: Membangun, memelihara, dan memperkuat citra merek dalam pikiran pelanggan melalui pengelolaan identitas merek, pesan, dan interaksi dengan pelanggan.
  10. Pengembangan Hubungan Pelanggan: Menciptakan dan memelihara hubungan positif dengan pelanggan melalui layanan pelanggan yang unggul, komunikasi terbuka, dan respons yang cepat terhadap pertanyaan atau masalah.
  11. Pemasaran Online dan Media Sosial: Memanfaatkan platform online dan media sosial untuk mencapai pelanggan potensial, membangun kesadaran merek, dan terlibat dengan audiens.
  12. Analisis dan Pengukuran Kinerja: Mengukur efektivitas strategi pemasaran jasa melalui metrik seperti penjualan, tingkat konversi, retensi pelanggan, dan interaksi media sosial. Analisis ini membantu dalam menilai kinerja dan membuat penyesuaian jika diperlukan.
  13. Pemasaran Persuasif: Menggunakan pesan yang meyakinkan dan merangsang emosi untuk mendorong pelanggan untuk mengambil tindakan, seperti pembelian atau langganan layanan.
Baca Juga :  Internalisasi Adalah

Setiap fungsi ini berperan dalam mendukung kesuksesan pemasaran jasa dan mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

Faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran jasa

Ada beberapa faktor yang memengaruhi strategi pemasaran jasa. Berikut adalah beberapa faktor kunci dalam pemasaran jasa:

  1. Sifat Abstrak Layanan: Karena jasa bersifat abstrak dan tidak dapat dipegang, pemasaran harus fokus pada komunikasi nilai dan manfaat yang dihasilkan oleh layanan tersebut.
  2. Pengalaman Pelanggan: Pengalaman pelanggan menjadi sangat penting dalam pemasaran jasa. Bagaimana pelanggan merasakan dan mengalami layanan secara langsung memengaruhi persepsi mereka terhadap merek.
  3. Interaksi Personal: Pemasaran jasa sering melibatkan interaksi langsung antara penyedia jasa dan pelanggan. Oleh karena itu, kemampuan karyawan untuk memberikan pelayanan yang baik sangat penting.
  4. Kualitas Layanan: Kualitas layanan menjadi faktor kunci dalam pemasaran jasa. Layanan yang konsisten dan berkualitas tinggi akan membantu membangun reputasi yang baik.
  5. Kesulitan Penilaian Kualitas: Sulitnya untuk secara objektif menilai kualitas layanan sebelum menggunakannya dapat menjadi hambatan dalam pemasaran. Oleh karena itu, membangun kepercayaan menjadi sangat penting.
  6. Bauran Pemasaran yang Unik: Menentukan bauran pemasaran (produk, harga, promosi, distribusi) yang sesuai dengan karakteristik layanan yang ditawarkan.
  7. Keterlibatan Pelanggan: Pelanggan seringkali perlu terlibat dalam proses penyediaan layanan. Oleh karena itu, interaksi yang terbuka dan saling pengertian sangat penting.
  8. Kredibilitas dan Kepercayaan: Kepercayaan pelanggan pada penyedia jasa menjadi faktor kunci. Reputasi yang baik dan ulasan positif dapat membantu dalam membangun kredibilitas.
  9. Tanggapan Cepat: Karena layanan seringkali terkait dengan kebutuhan mendesak, kemampuan untuk merespons dengan cepat menjadi penting dalam pemasaran jasa.
  10. Komitmen Kualitas: Penyedia jasa perlu menunjukkan komitmen pada kualitas dan kepuasan pelanggan melalui tindakan dan perilaku yang konsisten.
  11. Kehandalan dan Konsistensi: Kehandalan dalam memberikan layanan dan menjaga konsistensi antara janji dan kenyataan adalah faktor penting.
  12. Segmentasi Pasar yang Tepat: Memahami dan mengidentifikasi segmen pasar yang paling cocok untuk layanan Anda.
  13. Pendekatan Personalisasi: Menciptakan pengalaman yang personal dan relevan bagi pelanggan dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat.
  14. Peran Faktor Emosi: Pemasaran jasa sering melibatkan faktor emosi dalam memengaruhi keputusan pembelian pelanggan.
  15. Penggunaan Teknologi: Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan layanan, seperti reservasi online, pelacakan pesanan, atau dukungan pelanggan online.

Faktor-faktor ini saling terkait dan perlu diperhitungkan dalam merancang strategi pemasaran jasa yang efektif.

Dalam kesimpulan, pemasaran jasa memegang peran penting dalam membawa layanan kepada pelanggan dengan cara yang efektif dan memuaskan. Sifat abstrak dari layanan, interaksi personal, dan pengalaman pelanggan menjadi fokus utama dalam strategi pemasaran. Kesuksesan pemasaran jasa ditentukan oleh kemampuan untuk mengkomunikasikan nilai, membangun kepercayaan, dan memberikan pengalaman yang positif kepada pelanggan.

Pentingnya kualitas layanan, reputasi yang baik, dan komitmen terhadap kepuasan pelanggan tidak bisa diabaikan dalam pemasaran jasa. Dengan memahami karakteristik pelanggan dan segmentasi pasar yang tepat, penyedia jasa dapat mengarahkan upaya pemasaran mereka secara efektif.

Dalam era digital, media sosial dan teknologi juga memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan pemasaran jasa dan berinteraksi dengan pelanggan. Penggunaan data dan analisis membantu dalam memahami tren pasar, mengukur kinerja, dan membuat penyesuaian yang diperlukan dalam strategi pemasaran.

Keseluruhan, pemasaran jasa memerlukan pendekatan yang holistik dan responsif untuk memenuhi harapan pelanggan, membangun citra merek yang kuat, dan mencapai tujuan bisnis. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran jasa, penyedia jasa dapat mencapai keberhasilan dalam memasarkan layanan mereka dan membangun hubungan yang langgeng dengan pelanggan.