Demokrasi Terpimpin

Posted on

Demokrasi Terpimpin – Setelah sebelumnya kabarkan.com telah menerangkan materi tentang Contoh Konflik. Maka dipertemuan kali ini akan kembali kabarkan.com sampaikan materi selanjutnya,yakni tentang Demokrasi terpimpin beserta pengertian, ciri, latar belakang dan tujuan. Nah untuk lebih jelasnya sobat bisa simak ulasannya sebagai berikut.

Pengertian Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Terpimpin

Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Terpimpin? yakni merupakan sebuah sistem demokrasi yang mana semua keputusan dan pemikiran berpusat pada satu pemimpin negara, kala itu Presiden Soekarno.

Konsep sistem Demokrasi Terpimpin pertama kali diumumkan Presiden Soekarno di dalam pembukaan sidang konstituante pada 10 November 1956.

Latar Belakang Demokrasi Terpimpin

Di bawa ini merupakan latar belakang jelaskannya sebuah sistem demokrasi terpimpin oleh Presiden Soekarno :

  • Segi keamanan nasional: Ada begitu sangat banyak gerakan separatis yang berlangsung pada masa demokrasi liberal, sehingga berakibat terhadap ketidakstabilan negara.
  • Segi perekonomian : Sangat sering terjadi dalam waktu singkat pergantian struktur kabinet pada masa liberal sehingga mengakibatkan pada program yang telah dirancang oleh kabinet sebelumnya tidak dapat dikerjakan sepenuhnya , hal tersebut membuat perekonomian pada pembangunan menjadi tersendat.
  • Segi politik : Kegagalan Konstituante dalam mengatur susunan Undang Undang yang baru guna menggantikan-UUDS-1950.

Pencetus pertama pada masa demokrasi terpimpin ialah Presiden Soekarno dimana soekarno menganjurkan agar Undang-Undang yang digunakan untuk merevisi UUDS 1950 dengan yang terbaru yakni-UUD 1945.

Akan tetapi adanya anjuran tersebut sehingga mengakibatkan sejumlah pro dan kontra di kalangan para anggota konstituante.

Dengan demikian untuk langkah yang diambil, yakni dengan diberlakukannya sebuah vote dalam pemungutan suara yang diikuti oleh semua anggota konstituante yang terlibat.

Diadakannya pemungutan suara tersebut dalam rangka untuk memperbaiki konflik yang disebakan oleh adanya pro dan kontra dari usulan Presiden Soekarno tersebut.

Maka setelah vote tersebut selesai, diperolehlah hasilnya, yakni:

  • Untuk yang setuju berjumlah 269 orang dan dikembalikan kepada UUD-1945
  • Kemudian yang tidak setuju berjumlah 119 orang serta di kembalikan pula kepada UUD-1945

Jadi dengan berdasarkan hasil voting, maka anjuran agar bisa kembali kepada UUD 1945 tidak dapa dilakukan.

Dalam hal ini diakibatkan oleh sebab jumlah anggota konstituante yang menyetujui usulan itu tidak mencapai 2/3 bagian, seperti yang telah dinyatakan dalam pasal 137-UUDS-1950.

Baca Juga :  Contoh Paragraf Campuran

Kemudian dengan dilatar belakangi oleh hal tersebut, maka pada akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan sebuah dekret 5 Juli 1959. Dimana dekeret tersebut berisi :

  • Sudah Tidak berlaku lagi UUDS-1950
  • Dan yang Berlaku ialah-UUD-1945
  • Kemudian pembubaran konstituante
  • Dan dibentuk MPRS dan DPAS

Tujuan Demokrasi Terpimpin

Di bawah ini penjelasan mengenai tujuan dari demokrasi terpimpin tersebut ialah :

1. Agar dapat mengubah demokrasi liberal yang dianggap tidak stabil terhadap negara Indonesia

2.  Agar dapat meningkatkan kekuasaan presiden, yang jika pada mulanya hanya sebatas kepala negara maka kemudian meningkat menjadi pemegang kekuasaan tertinggi.

Ciri-Ciri Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Terpimpin

Di bawah ini terdapat beberap ciri dari demokrasi terpimpin

Kekuasaan Presiden Mendominasi

Akar permasalahan dari penyebab adanya berbagai penyimpangan demokrasi terpimpin yakni disebabkan oleh asas presidensil yang dianut pada sistem demokrasi dimasa itu, dimana asas ini meletakan presiden yang kekuasaan diatas segalanya dalam pemerintahan di Indonesia.

Jadi dengan berlakukan sistem demokrasi terpimpin sehingga secara otomatis . Soekarno sudah menjadi seseorang yang mempunyai kekuasaan tertinggi.

Sehingga dengan hal Inilah yang membuat pemicu dari adanya masalah kesenjangan yang semakin lama kian merajalela dimana mana.

Partai Politik Pergerakannya Dibatasi

Kemudian disahkannya masa demokrasi terpimpin ini yakni pada saat dimana pada partai politik sudah tidak lagi mempunyai kebebasan serta keterbatasan dalam pergerakannya.

Menguatkan Peran Militer

Kemudian mengenai benteng pertahanan pada masa itu sudah sangat di optimalkan, terutama dalam hal ini peranan militer sangat diandalklan.

Kemudian segenap para militer sudah dibekali dengan kekuatan persenjataan dan juga dengan berbagai pelindung.

Hingga bahkan kemiliteran sebagiannya sudah dianggap sangat mampu menguasai komando dari berbagai lembaga pemerintahan.

Paham Komunis Yang Kian Berkembang

Dengan adanya beberapa dasar dari perkembangan tersebut menjadi landasan demokrasi terpimpin, agar dapat memberikan dampak perkembangan dari partai komunis yang sangat gencar dan cepat.

Dalam hal Ini bisa direalisasikan dan juga di buktikan dari adanya sebuah hubungan timbal balik yang berkesinambungan antara PKI dan Presiden soekarno.

Keberadaan Pers Terkekang

Kemudian dalam meyalurkan aspirasi yakni merupakan tugas utama dari adanya perkembangan pers hingga pada saat ini.

Dimana di dalamnya terdapat berbagai aspirasi antara politik dan masyarakat yang kemudian disalurkan oleh pers.

Akan tetapi terdapat beberapa oknum telah mengurangi serta memberikan batasan terhadap kebebasan para pers guana menyalurkan semua aspirasi tersebut sehingga bangsa membuat Indonesia sangat terkenal dan akhirnya mulai menutup diri pada masa itu.

Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin

Kemudian terdapat beberapa peristiwa yang sangat penting yang mana di dalamnya terkandung sebuah proses dalam pelaksanaan demokrasi terpimpin ini.Berikut ini penjelasannya :

Dibentuknya MPRS (sekarang menjadi MPR)

Dalam hal ini merupakan sebuah peristiwa yang paling pertama yang berlangsung dalam pelaksanaan demorasi terpimpin yakni pada saat dibentuknya MPRS.

Baca Juga :  Nama-Nama Planet

Dibentuknya DPAS (sekarang menjadi DPR)

Kemudian dengan dibentuknya lembaga ini guna lebih mendukung demokrasi rakyat, sehingga selanjutnya dibentuk lah lembaga negara yang baru, yakni DPAS.

Dibentuknya Kabinet Kerja

Oleh sebab ada pergantian kabinet pada masa demokrasi Liberal, maka dengan demikian membuat presiden akhirnya membentuk kembali suatu kabinet kerja yang diketaui oleh beliau.

Front Nasional Dibentuk

Kemudian dengan dibentuknya forum ini bertujuan guna mencegah adanya konflik-konflik yang akan terjadi terhadap sesama bangsa Indonesia.

Sehingga dapat menyebabkan dampak yang negatif dari konflik tersebut seperti yang dapat kita jumpai di era sekarang ini misalnya seperti adanya perang di Aceh dan juga penyebab konflik di Ambon,sehingga dengan kejadian tersebut sangat diperlukannya sebuah gerakan untuk menyatukan semuanya, yakni dapat dilakukan dengan adanya Front Nasional ini.

Dewan Perancang Nasional atau Depernas

Dengan adanya lembaga ini merupakan salah satu wujud dari pengendalian konflik sosial yakni dengan cara mempersiapkan proses pembangunan Nasional yang diawali dengan cara menyusun sebuah Undang-Undang serta mengawasi pada saat proses berlangsunnya pelaksanaan tersebut.

Dibentuknya DPR-GR

Kemudian sekitar tahun-1955, dimana DPR sempat memberi perlawanan terhadap Presiden dengan bentuk sebuah penolakan RAPBN-1960 yang mana sebelumnya telah diajukan oleh Pemerintah.

Maka dalam Menanggapi hal tersebut, akhirnya Presiden memberikan keputusan untuk membubarkan DPR dan kemudian direfisi menjadi DPR, yang masih merupakan sebuah lembaga dengan sistem sama berimbuhan Gotong Royong dibelakangnya.

Masyumi dan PSI Dibubarkan

Kemudian dalam pembubaran organisasi ini merupakan sebuah bentuk dari kelemahan Sistem Parlementer yakni sangat mudah untuk dipengaruhi oleh organisasi lainnya.

Maka hal tersebutlah merupakan suatu penyebab dibubarkannya kedua partai politik ini

Dibebaskannya Irian Barat

Selanjutnya dalam pembebasan ini walaupun nantinya akan terdapat dampak positif maupun negatifnya , namun tentunya yang sangat banyak dirasakan oleh berbagai pihak dan kalangan ialah dampak positifnya.

Demokrasi Terpimpin adalah?

Yakni merupakan sebuah sistem demokrasi yang mana semua keputusan dan pemikiran berpusat pada satu pemimpin negara, kala itu Presiden Soekarno.

Pencetus pertama masa demokrasi terpimpin adalah?

Yakni Presiden Soekarno

Akar permasalahan dari penyebab adanya berbagai penyimpangan demokrasi terpimpin adalah?

yakni disebabkan oleh asas presidensil yang dianut pada sistem demokrasi dimasa itu, dimana asas ini meletakan presiden yang mempunyai kekuasaan diatas segalanya dalam pemerintahan di Indonesia.

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai demokrasi terpimpin, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :