Asam Fosfat

Posted on

Asam Fosfat – Setelah sebelumnya kita membahas materi tentang Asam Sitrat Maka dipertemuan kali ini akan ContohSoal.co.id paparkan secara lengkap materi tentang asam fosfat, mulai dari pengertian, ph, reaksi, mr, bahaya dan pembuatannya. Nah penasaran bukan.! yuk langsung aja kita simak ulasan dibawah ini.

Pengertian Asam Fosfat

Asam Fosfat

Apa yang dimaksud dengan Asam Fosfor? ialah merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Kemudian pada Fosfor yang terdapat di dalam air laut, dengan bentuk senyawa organik dan anorganik.

Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Namun sedangkan dengan bentuk senyawa anorganik yang meliputi ortofosfat dan polifosfat.

Selanjutnya pada senyawa anorganik fosfat yang berda didalam air laut secara umum berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90% dalam bentuk HPO42-.

Definisi Fosfat sendiri ialah merupakan suatu unsur yang penting dalam pembentukan protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organism.

Sumber fosfat diperairan laut pada wilayah pesisir dan paparan benua adalah sungai. Karena sungai membawa hanyutan sampah maupun sumber fosfat daratan lainnya, sehingga sumber fosfat dimuara sungai lebih besar dari sekitarnya.

Dengan sumbernya fosfat di dalam air akan membuat terurai menjadi senyawa ionisasi, antara lain dalam bentuk ion H2PO4-, HPO42-, PO43-. Fosfat diabsorpsi oleh fitoplankton dan seterusnya masuk kedalam rantai makanan.

Senyawa fosfat dalam perairan berasal daari sumber alami seperti erosi tanah, buangan dari hewan dan pelapukan tumbuhan, dan dari laut sendiri.

Kemudian apabila terjadi suatu peningkatan pada kadar fosfat yang berada di dalam air laut, maka akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang akhirnya dapat menyebabkan kematian ikan secara massal.Sebab pada dasarnya batas yang optimum pada fosfat guna berkembangnya plankton yakni 0,27 – 5,51 mg/liter

Fosfat dalam air laut berbentuk ion fosfat. dengan berdasarkan fungsinya Ion ini dibutuhkan dalam proses fotosintesis dan proses lainnya untuk tumbuhan (bentuk ATP dan Nukleotid koenzim).

Baca Juga :  Anabolisme

Penyerapan dari fosfat dapat berlangsung terus walaupun dalam keadaan gelap. Ortofosfat (H3PO4) adalah bentuk fosfat anorganik yang paling banyak terdapat dalam siklus fosfat. Distribusi bentuk yang beragam dari fosfat di air laut dipengaruhi oleh proses biologi dan fisik.

Kemudian fosfat yang terdapat dipermukaan air,akan di angkut oleh fitoplankton sejak proses nya terjadi. Pada konsentrasi fosfat diatas 0,3 µm maka akan menyebabkan terjadinya suatu kecepatan pertumbuhan pada banyak spesies fitoplankton.

Namun apabila dengan konsentrasi yang berada dibawah 0,3 µm maka akan terdapat bagian sel yang cocok menghalangi dan sel fosfat kurang diproduksi.

Namun dalam hal ini tidak akan terjadi jika di laut sejak NO3 selalu habis sebelum PO4 jatuh ke tingkat yang kritis. Apabila ada dimusim panas, maka permukaan air mendekati 50% seperti organik-P.

Di laut dalam kebanyakan P berbentuk inorganik. Di musim dingin hampir semua P adalah inorganik. Kemudian dalam variasi di perairan pantai terjadi karena proses upwelling dan kelimpahan fitoplankton.

Pencampuran yang terjadi dipermukaan pada musim dingin dapat disebabkan oleh bentuk linear di air dangkal. Kemudian setelah musim dingin dan panas berakhir maka kelimpahan fosfat akan sangat berkurang.

Reaksi dan Sifat Asam Fosfat

Pada molekul dari asam fosfat dapat berinteraksi dalam kondisi yang sesuai, dan seringkali pada suhu tinggi, guna membentuk molekul yang lebih besar.

Maka dengan begitu, pada difosforik /asam pirofosfat (H4P2O7) dapat terbentuk dari dua molekul asam fosfat, kurang satu molekul air.

Ini adalah yang paling sederhana dari serangkaian homolog molekul rantai panjang yang disebut asam polifosfat, dengan rumus umum H(HPO3) , di mana n = 2, 3, 4

Kemudian pada asam metafosfat kerap ditandai dengan struktur molekul siklik. Pada umumnya penggunaan Asam metafosfat ini yakni untuk merujuk kepada kekentalan, zat lengket yang merupakan sebuah campuran dari kedua rantai dan cincin bentuk panjang (HPO3) n.

Dengan beragamnya berbagai bentuk polimer dari asam fosfat juga disiapkan oleh hidrasi fosfor oksida.Yang mana pada Asam fosfat murni ialah merupakan suatu padatan kristal yang tidak berwarna,dan mempunyai titik leleh 42,35 °C.

Baca Juga :  Hidrosfer

Apabila berdapa disuhu yang rendah, maka asam fosfat akan bersifat sangat stabil dan tidak mempunyai sifat oksidator, namun sedangkan jika pada suhu tinggi cukup reaktif terhadap logam yang mereduksinya.

Cara agar dapat memperoleh asam ini yakni dapat dengan cara mereaksikan langsung batuan fosfat dengan asam sulfat pekat. Reaksi:

Ca3(PO4)2(s) + 3 H2SO4(aq) + 6 H2O → 3 CaSO4·2H2O(s) + H3PO4(aq)

Kegunaan Asam Fosfat

Asam fofat atau dalam bentuk garamnya digunakan untuk:

  • CaHPO4 yang digunakan sebagai zat pendingin untuk garam dan gula
  • NaH2PO4 yang digunakan dalam pengolahan air sebagai pengendap untuk kation logam.
  • Na3PO4 yang digunakan dalam sabun dan deterjen
  • Ca [H2PO42 yang digunakan bahan utama pupuk.
  • Bahan pembersih lantai,
  • Insektisida,
  • Makanan hewan.
  • Digunakan dalam semen gigi,
  • Dalam penyusunan derivatif albumin, dan dalam gula tekstil industri.
  • Sebagai asam fruitlike penyedap dalam produk makanan.

Bahaya Asam Fosfat

Dengan berdasarkan sifatnya, fosfat ialah merupakan suatu mineral yang mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh, termasuk membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi. Kadar fosfat dalam tubuh diatur oleh ginjal.

Kelebihan fosfat biasanya dibuang lewat urin. Yang mana apabila pada ginjal terjadi sebuah gangguan dan tidak bisa berfungsi secara normal , maka ginjal tidak akan mungkin dapat membuang sisa fosfat dari dalam tubuh. Akibatnya, kadar fosfat jadi terlalu tinggi dalam darah.

Namun bukan hanya penyakit ginjal, pada beberapa kondisi lainnya yang juga dapat menyebabkan hiperfosfatemia yakni:

Diabetes yang tidak terkontrol. Diabetes yang tidak terkontrol menimbulkan tingginya kadar gula darah yang dapat memicu kerusakan dalam organ tubuh, salah satunya ginjal.

  • Diabetik asidosis
  • Hormon paratiroid rendah
  • Kelebihan vitamin D
  • Hipokalemia
  • Infeksi serius di seluruh tubuh
  • Dengan suplemen fosfatdosis tinggi (>250 mg) setiap hari

 

 

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai asam fosfat, semoga artikel kali ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :