Nilai Perusahaan

Posted on

Nilai perusahaan – Pada pelajaran yang sudah dibahas sebelumnya kabarkan.com telah memaparkan materi mengenai Media Visual. Tentunya kali ini kabarkan.com akan menerangkan tentang Nilai perusahaan secara luas, dimana dimulai dari Pengertian, Jenis, Rumus, Alat Ukur dan Contoh Soal. Berikut ini ulasannya.

Nilai perusahaan
Nilai perusahaan

Pengertian

Nilai perusahaan(perseroan) ialah konsep investor dari tingkat berhasilan suatu perseroan, dimana dihububungkan pada harga kontribusi atau saham. Dalam penanaman modal yang sangat tinggi dapat menciptakan nilai yang tinggi bagi perseroan dan juga dapat meninggikan kepercayaan pada pasar bahwa tak hanya pada kemampuan atau penampilan perseroan kini, tetapi juga dengan prospek masa depan perseroan. Untuk mengoptimalkan suatu nilai diperusahaan tentu begitu penting untuk perseroan, dikarnakan dalam mengoptimalkan nilai diperusahaan berarti juga mengoptimalkan pada tujuan induk perseroan.

Menurut para ahli mengenai nilai perusahaan

Erdhadt dan Brigham

Untuk nilai suatu perseroan ialah Nilai saat ini dari arus kas bebas di masa depan dalam tingkat rabat (diskonto) berdasarkan tertimbang biaya modal rata-rata. Arus kas bebas ialah arus kas yang ada untuk investor (pemilik dan kreditur) setelah menghitung semua pengeluaran (biaya) untuk operasi bisnis dan biaya bagi investasi aktiva (modal) lancar.

Sartono

Menurut sartono ialaha nilai penjualan perseroan merupakan salah satu bisnis perseroan yang beroperasi. Keberadaan nilai jual lebih tinggi dari likuidasi ialah nilai dari badan atau lembaga manajemen yang mengelola perseroan tersebut.

Jenis Nilai Perusahaan/Perseroan

Berikut ini nilai perseroan ada lima jenis didalamnya, antara lain.

Nilai Likuidasi

Ialah nilai penjualan semua aset perseroan yang sudah dikurangi seluruh kewajiban untuk dipenuhi. Nilai penyelesaian dapat dihitung dengan cara seperti menghitung nilai akuntansi, yakni, berdasarkan perimbangan kinerja disiapkan pada saat likuidasi perseroan.

Nilai Akutansi

Ialah dimana nilai pada perseroan dihitung atas dasar persepsi pembukuan. Sederhananya nilai akutansi dihitung dengan membagi selisih antara aset dan total utang untuk jumlah saham yang beredar.

Baca Juga :  Dispersi Koloid

Nilai kurs/pasar

Ialah harga yang terjadi dari proses perdagangan bursa. Nilai kurs hanya dapat ditentukan jika saham perseroan dijual di kurs saham.

Nilai Intrinsik

Ialah konsep yang sangat abstrak, dikarnakan mengacu kepada perkiraan nilai yang riil pada perseroan. Dalam hal konsep intrinsik ini tak hanya harga pada sekelompok aktiva, tetapi juga sebagai entitas diperusahaan yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan laba atau keuntungan di masa depan.

Nilai Nominal

Ialah nilai secara resmi dinyatakan dalam anggaran dasar perorangan, secara eksplisit dinyatakan dalam laporan keuangan perseroan dan juga ditunjukkan dengan jelas dalam sertifikat saham kolektif.

Rumus dan Alat Ukur Nilai Perusahaan/Perseroan

Berikut ada beberapa rumus dan alat ukur nilai perusahaan, dibawah ini.

Tobins Q

Tobins Q itu dihitung dengan membandingkan rasio antara nilai kurs saham perseroan dan nilai akutansi ekuitas perseroan.

Rumus Tobins Q:

Penjelasan:

D = nilai buku dari jumlah hutang
EBV = nilai akutansi dari jumlah neraca
EMV = nilai kurs ekuitas
Q = nilai perseroan/perusahaan

EMV dihasilkan dari hitungan perkalian di akhir tahun dengan hasil saham yang berkisar pada closing price. Untuk EBV didapat dari selisih jumlah aset perusahaan dengan jumlah kewajibannya.

PBV

PBV (Price to Book Value) ialah sebuah laporan yang menunjukkan harga saham dipertukarkan nilai undervalued (di bawah) ataun nilai terlalu tinggi (di atas) nilai sekuritas.

Makin besar hubungan antara harga dan nilai buku (PBV), semakin besar penilaian perusahaan oleh investor sehubungan dengan dana yang diinvestasikan di perusahaan.

Rumus PBV:

PER

PER (Price Earning Ratio atau Rasio Penghasilan Harga) menunjukkan berapa banyak total uang yang bersedia dikeluarkan oleh investor untuk membayar setiap dolar laba yang dilaporkan. Laporan ini digunakan untuk mengukur hubungan antara harga saham perusahaan dan keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham.

Rasio Penghasilan Harga berfungsi sebagai pengukur perubahan keuntungan yang diharapkan dalam profitabilitas di masa depan. Semakin tinggi PER, semakin tinggi kemungkinan perusahaan akan tumbuh sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Rumus PER:

Contoh Soal

Perusahaan TLKM tahun 2017 dikettahui memiliki hutang Rp 86.354 miliar. Kemudian, Perusahaan TLKM tahun 2017 memiliki total aset mencapai Rp 198.484 miliar. Sedangkan, Perusahaan TLKM tahun 2017 untuk kapitalisasi kurs mencapai Rp 447.551.984.016.000 miliar.

Baca Juga :  Demokrasi Parlementer

Pertanyaan
berapa jumlah tobins q TLKM ?

Jadi tobins q = nilai kurs + total aset/total utang
447.551.984.016.000 miliar + 198.484 miliar/86.354 miliar = 2.69 triliun

Dari sinilah bahwa TLKM memiliki rasio dengan jumlah 2.69 triliun. Arti nilai rasio tersebut ialah mengindikasikan nilai kurs TLKM dua kalilipat lebih tinggi dari book value (nilai bukunya).

Dengan istilah lain, kurs menaruh kepercayaan besar pada perusahaan TLKM serta dapat mengindikasikan ada ekspektasi kurs kepada perusahaan. Kebalikannya, apabila rasio q dari TLKM lebih kecil dari satu, bahwa hal ini menunjukan TLKM tak mampu memaksimalkan atau menciptakan nilai kurs.

Sampai sini yang dapat admin sampaikan. Semoga dengan artikel ini dapat memberikan pemahamaan untuk sahabat semua.

Apa itu nilai perusahaan ?

Nilai perusahaan ialah konsep investor dari tingkat berhasilan suatu perusahaan, dimana dihububungkan pada harga kontribusi atau saham.

Jelaskan pengertian nilai perusahaan menurut sartono ?

Menurut sartono ialaha nilai penjualan perusahaan merupakan salah satu bisnis perusahaan yang beroperasi.

Jelaskan pengertian nilai perusahaan menurut Erdhadt dan Brigham ?

Untuk nilai suatu perusahaan ialah Nilai saat ini dari arus kas bebas di masa depan dalam tingkat rabat (diskonto) berdasarkan tertimbang biaya modal rata-rata.

Baca Juga: