Tekstur Tanah

Posted on

Tekstur Tanah – Setelah sebelumnya kabarkan.com telah menerangkan materi tentang Momen Inersia Maka dipertemuan kali ini akan kembali kabarkan.com sampaikan materi tentang tekstur tanah dengan diserta Pengertian, Klasifikasi, Segitiga dan Gambar. Nah untuk lebih jelasnya bisa sobat simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Tekstur Tanah

Tekstur Tanah
Tekstur Tanah

Apa yang dimaksud dengan Tekstur tanah ? yakni merupakan suatu kondisi dari suatu tingkat kehalusan tanah yang disebabkan adanya suatu perbedaan komposisi yang terkandung dari fraksi pasir, debu dan juga liat yang ada di dalam kandungan suatu tanah.

Dengan berdasarkan dari ketiga jenis fraksi tersebut dimana partikel pasir memiliki diameter yang bisa mencapai 2 sampai 0.05 mm, debu serta ukuran 0.05 hingga 0.002 mm serta liat yang berukuran < 0.002 mm (Dengan berdasarkan USDA).

Dengan kondisi dari suatu tekstur tanah bisa mempengaruhi terhadap kondisi dari setiap sifat tanah yang lainnya misalnya saja seperti pada struktur tanah, lalu permeabilitas tanah, kemudian porositas serta lain sebagainya.

Kemudian dari berbagai butiran yang sangat kecil ialah merupakan butir dari liat, bersamaan dengan butir debu (silt),lalu pasir, serta kerikil.

Namun disamping itu, terdapat juga tanah yang tersusun atas berbagai macam batu. Kemudan pada suatu tekstur tanah bisa dinilai baik jika terhadap komposisi antara pasir, lalu debu dan juga liatnya dalam keadaan yang seimbang.

Maka untuk jenis tanah yang dikatagorikan seperti yang dijelaskan diatas ialah tanah lempung.

Dimana apabila tingkat kehalusan dari butir tanah baik (dalam artian terdapat sangat banyak butir liatnya), maka akan menjadi kuat juga tanah pada tersebut untuk dapat memegang air serta unsur dari hara.

Namun pada suatu tanah apabila kandungan pada liatnya begitu sangat tinggi maka akan sangat sulit untuk diolah, apalagi kika pada tanah tersebut dalam kondisi basah tentunya maka akan malah semakin sangat lengket.

Sehingga untuk jenis tanah yang seperti ini akan sangat sulit untuk dilalui oleh air .

Namun apabila keadaan dari tanah tersebut datar makan cenderung akan mudah tergenang apalagi tanah tersebut merupakan jenis tanah berlereng maka erosinya akan semakin meningkat.

Baca Juga :  Bunyi dan Teori Hukum Hooke

akan mudah tergenang apalagi tanah tersebut merupakan jenis tanah berlereng maka erosinya akan semakin meningkat.

Kemudian pada suatu tanah apabila butirannya terlalu kasar (seperti pasir) maka tidak jenis tanah tersebut tidak mampu menahan air dan juga unsur hara.

Sehingga pada suatu tanaman apabila tumbuh pada jenis tanah yang seperti ini maka akan sangat mudah terjadi kekeringan serta kekurangan hara.

Jenis Tanah Berdasarkan Tekstur

Berdasar pendapat Hanafiah (2005) yang menyatakan bahwa pada suatu jenis tanah yang didominasi dengan liat, maka akan mempunyai pori-pori yang sangat kecil ( atau tidak porous).

Sedangkan pada Tanah apabila didominasi oleh pasir, maka akan mempunya pori-pori yang cukup besar (lebih porous).

Kemudian untuk tanah dengan didominasi oleh debu, maka akan mempunyai pori-pori yang cukup sedang (agak porous). MAka dengan didasarkan dengan kelas dari berbagai teksturnya tanah bisa dikatagorikan menjadi berikut ini:

1. Pada Tanah mempunyai tekstur yang halus maupun kasar berliat; Maknanya suatu tanah yag mempunyai setandarnya 37,5% liat, baik itu liat berpasir maupun berdebu.

2. Pada suatu Tanah mempunyai tekstur yang sedang / berlempung; Makanya pada tanah ini terdiri dari , sebagai berikut ini:

  • Yang pertama untuk Tanah bertekstur sedang, termasuk suatu tanah bertekstur lempung dan berdebu ialah (silty loam),kemudian lempung dan mempunyai pasir yang halus ialah(loam), atau debu yakni (silt).
  • Yang kedua untuk Tanah bertekstur sedang namun agak kasar, itu semua meliputi tanah denga tekstur lempung dan mengandung pasir halus atau disebut (sandy loam).
  • Yang ketiga ialah untuk Tanah bertekstur sedang namun sedikit halus, hal itu mencakup lempung liat dan terkandung debu (sandy silt loam), sedangkan lempung liat mengandung pasir (sandy clay loam), serta pada lempung berliat ialah (clay loam).

3. Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir; artinya tanah yang memiliki minimal 70% pasir, dan atau bertekstur pasir, dan atau pasir berlempung.

Table Klasifikasi Tekstur Tanah

Tekstur Tanah
Tekstur Tanah

Apa yang dimaksud dengan Segitiga tekstur? yakni merupakan suatu diagram agar dapat mengetahui berbagai kelas tekstur dari tanah.

Terdapat 12 kelas pada tekstur tanah yang dapat dibagi oleh beberapaa persentase ketiga dari fraksi tanah tersebut.

Baca Juga :  Isi Perjanjian Roem Royen

Maka untuk mengetahui lebih lanjut perhatikan pada table yang sudah kabarkan.com susun di bawah ini.

Kelas Tekstur TanahProporsi (%) fraksi tanah
PasirDebuLiat
Pasir atau (Sandy)851510
Pada pasir yang Berlempung atau(Loam Sandy)70-903015
Pada Lempung Berpasir atau (Sandy Loam)40-87,55020
Lempung (Loam)22,5-52,530-5010-30
Pada Lempung-Liat-Berpasir atau (Sandy-Clay-Loam)45-803020-37,5
Pada Lempung Liat berdebu (Sandy-silt loam)2040-7027,5-40
Lempung Berliat (Clay Loam)20-4515-52,527,5-40
Lempung Berdebu (Silty Loam)47,550-87,527,5
Debu (Silt)208012,5
Liat Berpasir (Sandy-Clay)45-62,52037,5-57,5
Liat Berdebu (Silty-Clay)2040-6040-60
Liat (Clay)454040

Dalam pembagian terhadap Ukuran dari beberap Fraksi Tanah atau ( Tekstur) Berdasarkan SDP (sistem departemen pertanian) USDA pada tahun 1938

PartikelDiameter fraksi (mm)
Pasir sangat kasar (Very coarse sand)2,00 – 1,00
Pasir kasar (Coarse sand)1,00 – 0,50
Pasir sedang (medium sand)0,50 – 0,25
Pasir halus (fine sand)0,25 – 0,10
Pasir sangat halus (very fine sand)0,10 – 0,05
Debu (silt)0,05 – 0,002
Liat (Clay)Kurang dari 0,002

Agar dapat mengetahui mengani rentang terhadap ukuran dari suatu partikel tanah yang pada umumnya bnisa dinyatakan dalam prosentase berdasarkan berat kering dan total denga cara melakukan analisis dengan secara mekanis.

Terdapat 2(dua) cara atau metode yang biasanya kerap dipakai dalam menyerahkan sebuah informasi terhadap ukuran partikel dari suatu tanah, yakni : yang pertama (1) dengan mengaanalisis saringan (atau disebut sieving analysis), kemudian yang kedua (2) dengan menganalisis perolehan (atau disebut sedimentation / bisa juga disebut hydrometer analysis).

Dalam menggunakan Analisis saringan pada umumnya kerap difungsikan terhadap tanah yang berbutir kasar, kemudian untuk prosedur dari suatu pengendapan biasa difungsikan sebagai analisis dari suatu tanah yang berbutir halus.

Demikianlah materi pembahasan kita kali ini mengenai tekstur tanah, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Artikel Lainnya :